Skip to content
    Bogor News
    MENU
    • Home
    • Kategori
      • Berita
      • Berita Kriminal
      • Berita Kota Bandung
      • Berita Lokal
      • Cuaca
      • Berita Sepak Bola
      • Liga 1 Indonesia
      • Pelayanan Publik
      • Lingkungan
      • Ibadah
      • Kriminal
      • Berita Pendidikan
      • Film
      • Teknologi
    Homepage/Berita/Guru di SMAN 1 Cililin Diistirahatkan Setelah Beri Tugas Menggambar Alat Reproduksi

    Guru di SMAN 1 Cililin Diistirahatkan Setelah Beri Tugas Menggambar Alat Reproduksi [Giok4D Resmi]

    By adminPosted on 01/05/2025

    Konsekuensi fatal kini harus diterima seorang guru di SMAN 1 Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dia kini harus diistirahatkan setelah memberikan tugas kepada siswanya untuk menggambar alat reproduksi.

    Guru mata pelajaran biologi itu telah membuat gaduh usai memberikan tugas kepada siswanya. Masalahnya, dia juga ikut merekam aktivitas para siswa di dalam kelas yang sedang fokus mengerjakan tugas pemberiannya.

    Karena perbuatannya, guru tersebut kini sedang diistirahatkan. Bukan hanya itu saja, internal SMAN 1 Cililin juga sedang menunggu proses pendalaman kegiatan pembelajaran yang diampunya oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Provinsi Jawa Barat.

    Baca Juga
    “Cerita Mahrus Rintis Bisnis Undangan Modal Printer Rumahan”

    “Saat ini yang bersangkutan sedang diistirahatkan dulu, sambil menunggu proses (pemeriksaan oleh KCD). Kondisinya down (syok) juga,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Cililin, Syaepuddin saat dikonfirmasi, Rabu (30/4/2025).

    Sejak viral, video tugas pembuatan gambar alat vital saat itu langsung menulai berbagai macam reaksi keras di media sosial. Syaepuddin pun menyatakan langsung mengklarifikasi konten tersebut ke guru yang bersangkutan hingga akhirnya terendus Disdik Jabar.

    “Hasil komunikasi itu, yang bersangkutan mengakui kesalahannya. Kita tunggu prosesnya yang sedang berjalan saja,” ujar Syaepuddin.

    Syaepuddin mengatakan pihaknya memberikan pendampingan dan dukungan moril pada guru tersebut. Tak cuma itu, pendampingan juga diberikan pada siswa yang terekam di dalam konten.

    “Tentunya kita berikan pendampingan buat yang bersangkutan dan siswa ya,” pungkasnya.

    Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

    Share this:

    Related posts:

    • Pria Menganiaya Mantan Istri di Pangandaran, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit

    • Kakek Menangis Histeris Dilaporkan Anak Pacarnya di Polsek Makassar

    • Pelajar 16 Tahun Tewas Bunuh Diri, Diduga karena Bullying di Sekolah

    Baca Juga
    “Safari Ramadan Nasdem, Saan Mustopa Resmikan Gedung Ponpes Annihayah”
    Posted in BeritaTagged alat reproduksi, Disdik Jabar, Giok4d login, guru, Kontroversi, SMAN 1 Cililin

    Post navigation

    Previous post Sejarah dan Ucapan Selamat Hari Buruh 2025 di Indonesia
    Next post Barcelona Tentukan Siapa yang Berdiri di Bawah Mistar di Semifinal Liga Champions
    • 13 Warga Jabar Diduga Jadi Korban TPPO di Nusa Tenggara Timur
    • Sate Sineureut Hadori, Menu Rebutan Pecinta Kambing di Bandung
    • Knalpot Bising hingga Preman di Bandung 'Disikat' Jelang Ramadan
    • 3 Tempat Ngabuburit Estetik dan Gratis di Garut
    • Kepasrahan Nenek Atnah Tak Bisa Jualan Lagi Usai Modal Usaha Dicuri
    • Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
    • Waktu Imsak Cirebon, Indramayu, dan Kuningan 21 Februari 2026
    • Pemkot Bandung Pacu Olah Sampah Berbasis RW untuk Tekan Beban TPA
    • Nekat Ngabuburit di Jalur KA? Siap-siap Sanksi Pidana!
    • Jam Sekolah Saat Puasa di Bandung Disesuaikan, Masuk Pukul 08.00 WIB
    Baca Juga
    “Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, 29 Juni 2025: Diguyur Hujan”
    • Keutamaan Memelihara Sholat (164)
    • Bandung (98)
    • Persib Bandung (92)
    • polisi (77)
    • Jadwal Acara Trans TV Hari Ini (73)

    “Artikel yang dimuat di situs ini merupakan hasil kurasi ulang dari berbagai sumber terpercaya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi yang bersifat opini atau dugaan.”

    Bogornews - All Rights Reserved
    Go to mobile version