Sukabumi –
Suasana di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi yang berlokasi di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, belum menunjukkan geliat arus mudik meski Lebaran semakin dekat. Aktivitas di loket-loket agen bus antarprovinsi tampak masih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di salah satu loket agen bus, sejumlah petugas terlihat menunggu calon penumpang yang datang untuk memesan tiket. Namun hingga saat ini, jumlah pemudik yang melakukan pemesanan disebut masih jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.
Agen PO Rajawali Sukabumi, Ganjar Febrian, mengatakan biasanya pada H-7 Lebaran pemesanan tiket sudah mulai penuh. Namun tahun ini kondisi tersebut belum terlihat.
“Tahun ini nge-drop, biasanya H-7 itu sudah mulai penuh. Kalau sekarang masih belum ada perkembangan,” kata Ganjar kepada di Terminal Tipe A Sukabumi, Baros, Jumat (13/3/2026).
Ganjar menjelaskan, sebagian besar pemesanan tiket saat ini dilakukan secara daring atau melalui ponsel hanya untuk sekadar melakukan booking. Meski sudah ada pemesanan, antusiasme pemudik disebut tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
“Booking sudah ada, tapi nggak seantusias tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Ganjar, rute antarprovinsi menuju Jawa Tengah masih menjadi tujuan favorit para pemudik dari Sukabumi. Dari sejumlah kota tujuan, Wonogiri menjadi salah satu yang paling banyak diminati.
“Paling banyak tujuan ke Jawa Tengah, antarprovinsi. Yang paling banyak ke Wonogiri,” ucapnya.
Ia memperkirakan jumlah penumpang tahun ini menurun cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlahnya disebut berkurang hampir separuh.
“Dibanding tahun kemarin hampir 50 persen ada. Tahun sekarang penumpangnya kurang,” katanya.
Ganjar menduga kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi minat mudik tahun ini. Selain itu, keberadaan travel ilegal juga dinilai sedikit banyak berdampak pada jumlah penumpang bus.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Dampaknya, jumlah armada yang diberangkatkan pun berkurang. Jika biasanya pada H-7 Lebaran pihaknya sudah mengoperasikan hingga empat unit bus per hari, kini hanya dua unit yang berangkat.
“Sekarang kita tiap hari jalan dua unit. Biasanya H-7 bisa sampai empat unit,” kata Ganjar.
Untuk tarif tiket, ia memastikan tidak ada lonjakan signifikan. Harga tertinggi untuk rute tertentu saat musim mudik berkisar Rp450 ribu dari tarif normal sekitar Rp240 ribu.
Sementara itu, sopir bus MGI jurusan Sukabumi-Bandung, Dedi (50), juga merasakan hal serupa. Ia menyebut jumlah penumpang tahun ini belum seramai tahun lalu meski Lebaran semakin dekat.
“Masih biasa-biasa aja. Belum ramai, kaya hari-hari biasa, nggak kaya tahun kemarin,” ujar Dedi.
Menurutnya, pada tahun lalu, seminggu sebelum Lebaran jumlah penumpang sudah mulai meningkat. Namun hingga kini kondisi tersebut belum terlihat.
Untuk tarif perjalanan Sukabumi-Bandung sendiri saat ini masih berkisar Rp55 ribu per penumpang. Meski ada potensi kenaikan, hingga kini belum ada surat edaran resmi dari dinas terkait.
“Sekarang masih Rp55 ribu, paling jatuhnya Rp60 sampai Rp65 ribu,” katanya.
Dedi memperkirakan lonjakan penumpang baru akan terjadi mendekati H-5 Lebaran. Biasanya arus penumpang dari Bandung menuju Sukabumi lebih ramai menjelang hari raya.
Meski demikian, pihak perusahaan tetap memastikan seluruh armada yang beroperasi dalam kondisi layak jalan. Setiap kendaraan yang akan berangkat terlebih dahulu melalui pemeriksaan oleh mekanik.







