Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung dan Sekitarnya, Kamis 12 Maret 2026 update oleh Giok4D

Posted on

Bandung

Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, jadwal adzan khususnya waktu buka puasa menjadi informasi yang paling dicari. Banyak orang mulai meningkatkan intensitas ibadah, seperti melakukan i’tikaf di masjid atau sekadar memperbanyak doa di rumah.

Mengetahui waktu adzan yang akurat sangat membantu kita dalam membagi waktu antara menyelesaikan pekerjaan, menyiapkan santapan berbuka, dan mempersiapkan diri untuk ibadah malam agar semuanya berjalan lancar tanpa terburu-buru. Perlu diperhatikan bahwa waktu adzan Maghrib sering kali mengalami pergeseran waktu walau hanya satu atau dua menit setiap harinya.

Dengan tetap memantau jadwal resmi harian, kita bisa memastikan momen berbuka puasa tetap tepat waktu.

Berikut adalah jadwal lengkap imsakiyah dan waktu shalat (Berbuka Puasa) untuk wilayah Bandung Raya dan Sekitarnya, pada Kamis, 12 Maret 2026:

Adzan Kota Bandung

Imsak: 04.29 WIB

Subuh: 04.39 WIB

Zuhur: 12.03 WIB

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Asar: 15.09 WIB

Maghrib: 18.11 WIB

Isya: 19.16 WIB

Adzan Kabupaten Bandung

Imsak: 04.30 WIB

Subuh: 04.40 WIB

Zuhur: 12.03 WIB

Asar: 15.09 WIB

Maghrib: 18.12 WIB

Isya: 19.16 WIB

Adzan Kabupaten Bandung Barat

Imsak: 04.30 WIB

Subuh: 04.40 WIB

Zuhur: 12.03 WIB

Asar: 15.09 WIB

Maghrib: 18.12 WIB

Isya: 19.16 WIB

Adzan Kota Cimahi

Imsak: 04.30 WIB

Subuh: 04.40 WIB

Zuhur: 12.03 WIB

Asar: 15.09 WIB

Maghrib: 18.12 WIB

Isya: 19.16 WIB

Adzan Kabupaten Sumedang

Imsak: 04.28 WIB

Subuh: 04.38 WIB

Zuhur: 12.02 WIB

Asar: 15.08 WIB

Maghrib: 18.06 WIB

Isya: 19.15 WIB

Doa Berbuka Puasa:

1. Doa yang Paling Umum Digunakan

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”

Perlu digarisbawahi, doa ini berasal dari riwayat Abu Daud dan sering dilantukan oleh masyarakat luas. Tetapi, banyak ulama menilai hadits ini dhaif (lemah) karena sanadnya terputus (mursal)

2. Doa Berdasarkan Riwayat Sahih

Namun, ada doa yang lebih shahih dan ulama menyarankan doa ini karena memiliki sanad yang kuat dari riwayat Abu Daud:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in sya Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.