Bandung –
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ikut menyoroti soal fenomena percobaan kasus bunuh diri (bundir) yang banyak terjadi di wilayahnya belakangan hari ini. Farhan pun membeberkan bahwa kasus tersebut tidak terlepas dari tingkat stres dan depresi warganya yang sudah masuk fase mengkhawatirkan.
“Jadi memang fenomena bunuh diri di Kota Bandung ini masalahnya rupanya tingkat stres dan depresi di warga Kota Bandung ini sudah tidak bisa diabaikan lagi. karena terbukti hampir setiap minggu selalu ada saja orang yang berusaha untuk bunuh diri di jembatan Pasupati. Nah, ini sangat mengkhawatirkan,” kata Farhan, Selasa (10/3/2026).
Percobaan bunuh diri itu tercatat terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026 siang. Dalam video di TikTok yang viral, terlihat ada seorang bapak-bapak dengan celana hitam dan kemeja putihnya yang kemudian sedang ditenangkan beberapa orang yang memakai jaket ojek online (ojol).
Kemudian keesokan harinya, Sabtu, 28 Februari 2026, ada upaya bunuh diri yang dilakukan seorang ibu-ibu. Sementara sebelumnya, dua orang pria meninggal dunia karena bunuh diri pada 31 Oktober 2025 dan 10 Februari 2026.
Ke depan, Farhan sudah menginstruksikan jajaran di kewilayahan untuk patroli setiap hari di Flyover Pasupati. Setidaknya kata dia, patroli tersebut bisa mencegah jika ada seseorang yang berniat melakukan aksi bunuh diri.
“Forkopimcam Bandung Wetan itu patroli terus setiap hari. Tapi kan patroli pasti ada melesetnya, kalau patroli meleset dan ternyata ada yang terjun juga kan itu berbahaya sekali,” ungkap Farhan.
Di sisi lain, Farhan sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab ia menginginkan supaya Flyover Pasupati bisa dipasang CCTV di sejumlah area untuk mencegah percobaan bunuh diri.
“Sambil secara teknis boleh enggak kita tinggikan. Cuman saya saya takutnya itu gini, begitu ditinggikan, kan ada konstruksi. Tetep aja nanti dipanjat. Hoream kan ya gitu. Jadi memang mesti dipikirin,” pungkasnya.







