- Makna Malam Lailatul Qadar
- Keutamaan Malam Lailatul Qadar
- Doa yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan 2. Malam yang Penuh Keberkahan 3. Turunnya Malaikat dan Jibril 4. Malam Penuh Kesejahteraan 5. Malam Penetapan Takdir Tahunan 6. Malam Diturunkannya Al-Qur’an 7. Diampuninya Dosa-Dosa
Bandung –
Umat Islam kini telah memasuki fase akhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan penetapan pemerintah dan Nahdlatul Ulama, Selasa, 10 Maret 2026 bertepatan dengan 20 Ramadan 1447 H atau puasa hari ke-20. Artinya, mulai Rabu, 11 Maret 2026, umat Islam sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan, sebuah periode yang sangat istimewa dan penuh keutamaan.
Sepuluh malam terakhir Ramadan dikenal sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada periode inilah terdapat satu malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki nilai lebih baik daripada seribu bulan. Karena keistimewaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir.
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:
عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Artinya: Dari Aswad dari Aisyah RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan melebihi kesungguhan beliau pada waktu lainnya. (HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki kedudukan yang sangat penting. Pada masa inilah Rasulullah SAW meningkatkan berbagai bentuk ibadah untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Ilustrasi 10 malam terakhir Ramadhan Foto: David Besh/Pexels |
Makna Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar merupakan malam yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dilansir dari berbagai sumber, termasuk Baznas Provinsi Jawa Barat, terdapat beberapa pendapat mengenai makna malam tersebut.
Pendapat pertama menyebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, kehormatan, dan keberkahan. Pada malam ini Allah SWT memberikan berbagai keutamaan kepada hamba-hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas, baik berupa kemuliaan, kedudukan yang terpuji, maupun keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Pendapat lain menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam ketika berbagai ketentuan hidup manusia ditetapkan oleh Allah SWT. Takdir yang tersimpan di Lauhul Mahfuz diturunkan ke langit dunia untuk kemudian dijalankan selama satu tahun ke depan.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar juga disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1-3:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Arab Latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khayrun min alfi syahr.
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang melebihi ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Terdapat berbagai keutamaan yang menjadikan malam Lailatul Qadar begitu istimewa bagi umat Islam.
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Dalam Surah Al-Qadr disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama ribuan bulan.
Riwayat dari Imam Malik menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melihat usia umat terdahulu yang sangat panjang. Sementara usia umat Nabi Muhammad relatif lebih singkat. Oleh karena itu, Allah SWT memberikan karunia berupa malam Lailatul Qadar agar umat Islam tetap dapat meraih pahala besar.
2. Malam yang Penuh Keberkahan
Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam yang penuh keberkahan. Hal ini dijelaskan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3-4:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad-Dukhan: 3-4)
3. Turunnya Malaikat dan Jibril
Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi dengan membawa berbagai kebaikan bagi umat manusia.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ
Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS Al-Qadr: 4)
4. Malam Penuh Kesejahteraan
Lailatul Qadar juga merupakan malam yang penuh ketenangan dan kesejahteraan hingga terbit fajar.
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Artinya: “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 5)
5. Malam Penetapan Takdir Tahunan
Dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4 disebutkan bahwa pada malam tersebut dijelaskan berbagai urusan yang penuh hikmah. Menurut tafsir Ibnu Katsir, pada malam itu para malaikat menerima catatan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk dijalankan selama satu tahun ke depan.
6. Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini menjadikan malam tersebut memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam.
7. Diampuninya Dosa-Dosa
Keutamaan lain dari malam Lailatul Qadar adalah diampuninya dosa-dosa bagi orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Ilustrasi doa malam Lailatul Qadar Foto: by ChatGPT |
Doa yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika mengharapkan malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Arab Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini berasal dari hadis ketika Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu dengan malam Lailatul Qadar.
Dengan datangnya sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Selain memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, umat Islam juga dapat memperbanyak sedekah, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk meraih pahala yang besar sebelum Ramadan berakhir. Semoga membantu!









