Kabupaten Bandung –
Jalur Kabupaten Bandung masih menjadi pilihan bagi masyarakat untuk melintas saat arus mudik Lebaran. Namun, sejumlah titik kepadatan masih terjadi dan perlu diantisipasi.
Jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Bandung telah menyiapkan sebanyak 1.733 personel untuk mengamankan arus mudik 2026 mendatang. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari TNI, Polri, Dishub, BPBD, Satpol PP, dan relawan.
Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi arus mudik dan balik tahun 2026. Beberapa titik kepadatan telah dipetakan dan disiapkan strategi penanganannya.
“Yang pasti ketika arus mudik itu seperti tahun sebelumnya yaitu di jalur utama Nagreg dan Cileunyi (titik kepadatan),” ujar Aldi, kepada awak media, Senin (9/3/2026).
Aldi mengungkapkan, titik kepadatan biasanya terjadi di wilayah Cileunyi. Hal tersebut disebabkan adanya tempat pemberhentian angkutan umum (angkot).
“Iya kalau di Cileunyi itu ada spot-spot yang kadang memang menjadi tempat pemberhentian, angkot, dan sebagainya untuk menarik penumpang. Nah, ini kita antisipasi,” katanya.
Menurutnya, titik kepadatan lainnya berada di jalur Nagreg. Ia menyebut jalur tersebut memiliki kontur jalan yang ekstrem. Kemudian di jalur utama Nagreg itu kan biasa ada tanjakan, turunan yang ini kadang-kadang kendaraan pelan-pelan ini terjadi potensi penumpukan. Sehingga di jalur itu kita benar-benar mengantisipasi gitu,” jelasnya.
Selain itu, Aldi mengungkapkan saat ini tengah berupaya berbenah dalam penyediaan pos di jalur mudik. Salah satunya adalah pemindahan fungsi Pos Terpadu yang sebelumnya berada di wilayah Cileunyi.
“Kalau dahulu tahun 2025 pos terpadu kan di Cileunyi. Kita menganalisa menganalisa ternyata itu enggak begitu efektif. Sehingga kita pindahkan di jalur utama Nagreg tepatnya di depan kantor kecamatan,” ucapnya.
Aldi menyebutkan pos yang berada di Cileunyi statusnya menjadi Pos Pelayanan. Dengan demikian, Pos Terpadu difokuskan di wilayah Nagreg. “Di situ (Nagreg) termasuk tempat yang yang sangat padat. Sehingga nanti personil semua standby di sana. Itu pertama kemacetan,” ungkapnya.
Dia mengaku telah melakukan antisipasi adanya bencana alam. Salah satu upayanya adalah bekerja sama menyiapkan mobil derek, ekskavator, hingga ambulans. “Ini lebih kurang yang terlibat 1733 personil TNI, Polri, dan terkait,” bebernya.







