Purwakarta –
Kecelakaan beruntun yang merenggut korban jiwa terjadi di Ruas Jalan Tol Cipularang KM 93B, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Kamis (5/3/2026) malam.
Insiden maut ini melibatkan sembilan kendaraan. Sebuah truk kontainer diduga kuat menjadi pemicu utama tabrakan beruntun tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati Nugroho, mengonfirmasi kecelakaan terjadi pada sekitar pukul 20.18 WIB. Kecelakaan bermula saat kendaraan-kendaraan tersebut tengah melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan kurang lebih sembilan kendaraan. Diduga awalnya karena kendaraan kontainer yang datang dari arah Bandung menuju Jakarta,” ujar Enggar saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu kegagalan sistem pengereman pada truk kontainer tersebut. Akibat rem yang tidak berfungsi, laju truk menjadi tidak terkendali sehingga menghantam sejumlah kendaraan yang berada di depannya.
“Dugaan awal karena truk kontainer alami rem blong,” katanya.
Dua korban meninggal dunia dalam insiden ini merupakan pengemudi dan penumpang mobil pikap. Selain korban jiwa, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
“Korban luka dan meninggal sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kecelakaan di KM 93 ini sempat menghambat arus lalu lintas. Meski beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah hingga ringsek, sejumlah penumpang lainnya dilaporkan selamat dari maut.
Pengakuan Korban
Salah satu korban selamat, Soleh Muslim, menceritakan detik-detik mencekam saat kendaraannya dihantam dari belakang. Meski mobil yang dikendarainya rusak berat, ia bersama dua anggota keluarganya berhasil selamat dan hanya mengalami syok pascakecelakaan.
“Saat itu kondisi perjalanan awalnya lancar. Pas sudah masuk tol tiba-tiba macet dan semua kendaraan berhenti. Mobil saya juga sudah berhenti, tapi tiba-tiba dari belakang ada mobil yang menabrak,” ujar Soleh saat ditemui di lokasi kejadian.
Soleh menjelaskan benturan yang terjadi sangat keras hingga menyebabkan kendaraannya terpental beberapa kali di badan jalan.
“Mobil saya ditabrak sampai tiga kali. Sekali ketabrak saya terpental, lalu ditabrak lagi sampai terpental lagi. Waktu itu saya sudah pasrah,” katanya.
Korban selamat lainnya, Ryan, juga memberikan kesaksian serupa. Ia menyebutkan kondisi lalu lintas saat itu tengah padat dan mengalami pelambatan. Secara tiba-tiba, terdengar suara dentuman keras dari arah belakang sebelum kendaraannya turut terhantam.
“Memang lagi berhenti pak mobilnya, kondisi lagi macet. Di belakang saya dengar suara kencang tabrakan,” ucap Ryan di pool derek.
Sementara itu, Cahya, pengemudi truk kontainer yang diduga menjadi pemicu kecelakaan, mengakui adanya permasalahan pada sistem pengereman armada yang dikemudikannya.
“Iya saya sopirnya, rem blong,” ucap Cahya singkat sambil berjalan di giring petugas ke mobil polisi.






