Bandung –
Peristiwa Nuzulul Qur’an merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menandai pertama kali diturunkannya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Wahyu tersebut menjadi awal turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Dalam sejarah Islam, Nuzulul Qur’an diyakini terjadi pada 17 Ramadan tahun 610 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat di Gua Hira yang terletak di Jabal Nur, sekitar beberapa kilometer dari Kota Makkah. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun.
Malam turunnya wahyu pertama ini kemudian diperingati oleh umat Islam setiap bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap turunnya kitab suci Al-Qur’an yang membawa petunjuk bagi kehidupan manusia.
Pengertian Nuzulul Qur’an
Secara bahasa, kata Nuzul berasal dari bahasa Arab nazala yang berarti “turun” atau “jatuh”. Oleh karena itu, Nuzulul Qur’an dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an pada awalnya diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia. Setelah itu, wahyu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap melalui Malaikat Jibril.
Proses penyampaian wahyu ini berlangsung selama kurang lebih 23 tahun, yang terbagi menjadi dua periode, yaitu:
13 tahun di Makkah, ketika Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada masyarakat Quraisy.
10 tahun di Madinah, setelah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.
Turunnya Al-Qur’an secara bertahap bertujuan agar Rasulullah SAW dan umat Islam dapat memahami serta mengamalkan ajaran Islam secara perlahan dalam kehidupan sehari-hari.
Tanda-tanda Kenabian Sebelum Turunnya Wahyu
Sebelum menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW telah mengalami sejumlah tanda kenabian. Salah satu tanda tersebut adalah mimpi-mimpi yang benar atau ru’yah shadiqah.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa mimpi yang dialami Rasulullah SAW selalu terjadi dengan nyata seperti cahaya fajar yang muncul di pagi hari. Mimpi-mimpi tersebut menjadi salah satu pertanda bahwa beliau akan menerima tugas besar sebagai utusan Allah.
Pengalaman spiritual tersebut membuat Nabi Muhammad SAW semakin sering mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat Makkah yang saat itu dipenuhi praktik penyembahan berhala dan ketidakadilan sosial. Beliau memilih melakukan tahannuts, yaitu menyendiri untuk beribadah dan merenung di Gua Hira.
Gua ini terletak di Jabal Nur, sekitar 4 hingga 6 kilometer dari Masjidil Haram. Tempat tersebut menjadi lokasi penting dalam sejarah Islam karena di sanalah wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan.
Kisah Turunnya Wahyu Pertama di Gua Hira
Suatu malam di bulan Ramadan, ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat di Gua Hira, terjadi peristiwa luar biasa yang mengubah sejarah umat manusia.
Di tengah keheningan malam, tiba-tiba Malaikat Jibril datang dan berkata kepada beliau:
“Iqra!” (Bacalah!)
Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa membaca menjawab dengan penuh kebingungan:
“Aku tidak bisa membaca.”
Malaikat Jibril kemudian memeluk Nabi Muhammad SAW dengan sangat erat hingga beliau merasa kelelahan. Setelah dilepaskan, Jibril kembali memerintahkan:
“Bacalah!”
Namun Nabi tetap menjawab bahwa dirinya tidak dapat membaca. Peristiwa ini terjadi hingga tiga kali. Pada dekapan yang ketiga, Malaikat Jibril kemudian membacakan wahyu dari Allah SWT, yaitu lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَق
Latin: Iqra’ bismi rabbikal-lazi khalaq.
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَق
Latin: Khalaqal-insana min ‘alaq.
Artinya: “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ
Latin: Iqra’ wa rabbukal-akram.
Artinya: “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.”
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Latin: Alladzi ‘allama bil-qalam.
Artinya: “Yang mengajar manusia dengan pena.”
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Latin: ‘Allamal-insaana ma lam ya’lam.
Artinya: “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat-ayat inilah yang menjadi wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW sekaligus menandai dimulainya turunnya Al-Qur’an kepada umat manusia.
Nabi Muhammad SAW Pulang dengan Penuh Ketakutan
Setelah peristiwa luar biasa tersebut, Nabi Muhammad SAW meninggalkan Gua Hira dengan perasaan sangat terkejut dan tubuh gemetar. Dalam perjalanan pulang, beliau kembali melihat Malaikat Jibril dalam wujud yang memenuhi langit.
Sesampainya di rumah, Rasulullah SAW segera menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid, sambil berkata:
“Selimuti aku! Selimuti aku!”
Khadijah pun menyelimuti beliau hingga tubuhnya yang gemetar perlahan menjadi tenang. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya di Gua Hira.
Beliau mengungkapkan kekhawatirannya dengan berkata, “Aku khawatir terhadap diriku.”
Khadijah menenangkan suaminya dengan penuh keyakinan dan berkata bahwa Allah tidak mungkin menghinakan seseorang yang selalu berbuat baik. Ia menyebutkan berbagai kebaikan Nabi, seperti menjaga silaturahmi, membantu orang yang membutuhkan, menghormati tamu, serta membela kebenaran.
Pertemuan dengan Waraqah bin Naufal
Untuk memastikan makna dari peristiwa tersebut, Khadijah kemudian membawa Nabi Muhammad SAW menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal, seorang yang dikenal sebagai ahli kitab dan penganut Nasrani yang saleh.
Setelah mendengar cerita Rasulullah SAW, Waraqah berkata bahwa malaikat yang datang kepada Nabi adalah malaikat yang sama yang pernah menyampaikan wahyu kepada Nabi Musa.
Ia juga menyampaikan bahwa kelak Nabi Muhammad SAW akan menghadapi penolakan dari kaumnya. Bahkan, Waraqah mengatakan bahwa setiap orang yang membawa risalah kebenaran pasti akan menghadapi permusuhan.
Ucapan tersebut membuat Nabi Muhammad SAW terkejut dan bertanya apakah benar dirinya akan diusir oleh kaumnya. Waraqah pun menjawab bahwa hal tersebut sering terjadi kepada para nabi yang membawa ajaran kebenaran.
Mengapa Al-Qur’an Diturunkan Secara Bertahap?
Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, tetapi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Hikmah dari proses ini adalah agar Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dapat memahami isi wahyu secara perlahan serta mengamalkannya secara bertahap.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 106:
وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
Latin: Wa qur’ānan faraqnāhu litaqra’ahū ‘alan-nāsi ‘alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā.
Artinya:
“Al-Qur’an Kami turunkan secara berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.”
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Qur’an
Sebagian ulama berpendapat bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada 17 Ramadan, yaitu ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
Namun terdapat pula pendapat lain yang menyebut bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yaitu salah satu malam di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5 yang menjelaskan kemuliaan malam Lailatul Qadar sebagai malam turunnya Al-Qur’an.
Perbedaan pendapat ini tidak menjadi perdebatan besar, karena keduanya sama-sama menunjukkan kemuliaan bulan Ramadan sebagai waktu turunnya petunjuk bagi umat manusia.
Kapan Malam Nuzulul Qur’an 2026?
Walaupun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu turunnya Al-Qur’an, umat Islam di Indonesia umumnya memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadan.
Pada tahun 2026, malam Nuzulul Qur’an diperkirakan jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
Pada malam tersebut, umat Islam biasanya mengisinya dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keislaman, memperbanyak doa, serta melaksanakan ibadah sunnah lainnya.
Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira menjadi titik awal turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Oleh karena itu, Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak membaca serta memahami Al-Qur’an.
Wallahu a’lam.







