Cianjur –
Ujang Agus (42), nelayan yang hilang misterius di laut selatan Cianjur ditemukan terdampar dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Cidamar, Desa Kertajadi, Kabupaten Cianjur, Rabu (4/3/2026).
Diduga nelayan tersebut jatuh dari perahu dan tenggelam akibat terhempas gelombang tinggi saat mencari ikan di tengah laut.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan jasad dari nelayan pemilik perahu bernama ‘Doa Ibu 82’ itu ditemukan di sekitaran Muara Cidamar, Kampung Cikalapa, Desa Kertajadi pada Rabu (4/3/2026).
“Nelayan yang kemarin hilang misterius ditemukan di pantai selatan sudah ditemukan di sekitaran Muara Cidamar tadi pagi,” katanya, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, nelayan tersebut ditemukan 17 kilometer dari lokasi penemuan perahu. “Lokasi penemuan nelayan dan perahunya saling berjauhan,” jelasnya.
Alexander menyebut nelayan Ujang diduga terjatuh saat perahu yang digunakan mencari ikan di tengah laut dihantam gelombang tinggi.
“Gelombang laut selatan memang tinggi, sehingga diduga perahunya terhantam ombak, sehingga nelayannya jatuh dan tenggelam,” ungkapnya.
Dia mengatakan korban yang ditemukan dalam keadaan tanpa busana langsung dibawa ke Puskesmas Cidaun sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata dia.
Seorang nelayan di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius di pantai selatan Cianjur. Perahu yang digunakan ditemukan terdampar di pesisir pantai, tetapi nelayan yang bernama Ujang Agus (42) tidak ada di lokasi.
Informasi yang dihimpun, hilangnya nelayan tersebut pertama kali diketahui teman satu profesinya yang mendapati perahu bertuliskan “Doa Ibu 82” terdampar di Pantai Suliwa, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Selasa (3/3/2026).
Namun sang pemilik kapal yang sebelumnya terlihat berlayar ke tengah laut tidak ditemukan di perahu tersebut.







