Gerhana Bulan Total di Malam 14 Ramadan, Muslim Dianjurkan Salat Khusuf update oleh Giok4D

Posted on

Bandung

Warga Indonesia akan kembali menyaksikan fenomena langit yang langka pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan malam 14 Ramadan 1447 H. Pada malam tersebut, akan terjadi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia jika kondisi langit cerah.

Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana atau salat khusuf saat fenomena ini berlangsung. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa gerhana bulan merupakan tanda kebesaran Allah SWT sehingga patut disikapi dengan ibadah dan muhasabah diri.

“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah SWT. Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ia juga meminta jajaran Kemenag daerah, tokoh agama, ulama, pengurus organisasi Islam, imam masjid, serta pemerintah daerah untuk memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana secara tertib dan terkoordinasi sesuai waktu terjadinya gerhana di masing-masing wilayah.

Gerhana Bulan Total dan Fenomena “Blood Moon”

Gerhana bulan total kali ini kerap disebut sebagai “Blood Moon” karena Bulan akan tampak berwarna merah tembaga. Warna tersebut muncul akibat pembiasan dan penyaringan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi saat seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan umbra Bumi.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total 3 Maret 2026 dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Secara global, fenomena ini juga bisa disaksikan di kawasan Amerika, Asia, dan Oseania.

Gerhana total akan dimulai pukul 18.03 WIB dan mencapai puncaknya sekitar 30 menit kemudian. Secara keseluruhan, proses gerhana dari awal hingga selesai berlangsung sekitar 5 jam 41 menit, sedangkan fase totalitas terjadi hampir selama satu jam.

Gerhana Bulan Total akan Hiasi Langit Indonesia pada 3 Maret 2026Gerhana Bulan Total akan Hiasi Langit Indonesia pada 3 Maret 2026 Foto: BMKG

Jadwal Lengkap Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berikut tahapan gerhana bulan total berdasarkan data BMKG:

  • Gerhana mulai penumbra (P1):

    15.42.44 WIB / 16.42.44 Wita / 17.42.44 WIT

  • Gerhana mulai sebagian (U1):

    16.49.46 WIB / 17.49.46 Wita / 18.49.46 WIT

  • Gerhana total dimulai (U2):

    18.03.56 WIB / 19.03.56 Wita / 20.03.56 WIT

  • Puncak gerhana:

    18.33.39 WIB / 19.33.39 Wita / 20.33.39 WIT

  • Gerhana total berakhir (U3):

    19.03.23 WIB / 20.03.23 Wita / 21.03.23 WIT

  • Gerhana sebagian berakhir (U4):

    20.17.33 WIB / 21.17.33 Wita / 22.17.33 WIT

  • Gerhana berakhir (P4):

    Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

    21.24.35 WIB / 22.24.35 Wita / 23.24.35 WIT

Masyarakat dapat mengamati fenomena ini secara langsung tanpa alat khusus selama cuaca mendukung.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gerhana?

Dalam Islam, gerhana bulan disebut sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa Matahari dan Bulan adalah dua tanda kebesaran Allah dan tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika melihatnya, umat Islam dianjurkan untuk berdoa, bertakbir, melaksanakan salat, dan bersedekah (HR Bukhari).

Salat gerhana bulan dikenal dengan istilah shalat khusuf (diawali huruf kha), berbeda dengan gerhana Matahari yang disebut shalat kusuf (huruf kaf). Hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan, dan lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak gerhana tampak hingga Bulan kembali utuh seperti semula.

Namun perlu digarisbawahi jika perintah shalat, doa, zikir, istighfar dengan melihat gerhana bukan dengan berita dari pelaku hisab (astronomi).

Tidak disyariatkan shalat bagi penduduk suatu negeri yang tidak terjadi gerhana pada mereka.

Disebutkan hadits-hadits shahih dari Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- tentang perintah melaksanakan shalat gerhana, berzikir dan berdoa, ketika umat Islam melihat gerhana matahari, atau bulan, maka beliau -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته ، ولكن الله يرسلهما يخوف بهما عباده ، فإذا رأيتم ذلك فصلوا وادعوا حتى ينكشف ما بكم

“Sungguh matahari, bulan adalah dua tanda kebesaran Allah, keduanya tidak gerhana karena kematian dan hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan gerhana pada keduanya untuk menghadirkan rasa takut para hamba-Nya. Jika kalian melihatnya maka shalatlah dan berdoalah hingga gerhana selesai.”

Ilustrasi sholat gerhana bulan.Ilustrasi sholat gerhana bulan. Foto: ChatGPT

Ketentuan Shalat Gerhana Bulan atau Shalat Khusuf

Shalat khusuf dikerjakan dua rakaat dengan tata cara khusus. Dalam satu rakaat terdapat dua kali berdiri dan dua kali rukuk. Beberapa ketentuan yang dianjurkan antara lain:

  • Disunahkan mandi sebelum salat

  • Memperbanyak doa, takbir, dan sedekah

  • Membaca surah panjang seperti Al-Baqarah

  • Memanjangkan rukuk dan sujud

  • Bacaan dilakukan dengan suara jelas (jahr)

  • Disunahkan khutbah setelah salat

Saat pelaksanaan berjamaah, dikumandangkan seruan “Ash-shalatu jami’ah” sebagai ajakan untuk berkumpul melaksanakan salat.

Niat dan Tata Cara Shalat Khusuf

Niat Shalat Khusuf

Niat shalat gerhana bulan:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Latin: Ushallî sunnatal khusûf rak’ataini imâman/makmûman lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Saya niat sholat sunnah gerhana Bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Tata Cara Shalat Khusuf

Adapun tata caranya secara ringkas:

  • Takbiratul ihram

  • Membaca doa iftitah, taawudz, Al-Fatihah, dan surah panjang

  • Rukuk lama

  • I’tidal

  • Berdiri kembali membaca Al-Fatihah dan surah

  • Rukuk kedua

  • I’tidal

  • Sujud dua kali

  • Rakaat kedua dilakukan seperti rakaat pertama namun lebih singkat

  • Salam

Momentum Muhasabah di Malam Ramadan

Terjadinya gerhana bulan total pada malam 14 Ramadan menjadi momen istimewa. Di tengah suasana ibadah puasa, fenomena ini dapat menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan keteraturan alam semesta.

Selain menyaksikan keindahan “Blood Moon”, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah. Ramadan adalah bulan pengampunan, dan gerhana menjadi pengingat agar manusia tidak lalai terhadap tanda-tanda kebesaran-Nya.

Fenomena astronomi boleh jadi dipahami secara ilmiah, namun bagi orang beriman, ia juga menjadi sarana memperkuat spiritualitas dan rasa tunduk kepada Sang Pencipta.