Bandung –
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 90S, yang dapat memicu peningkatan curah hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah di Indonesia pada 2-8 Maret 2026.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan saat ini Bibit Siklon Tropis 90S diperkirakan berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah. Selain itu, Sistem Tekanan Rendah (Low) yang berada di Samudra Pasifik utara Papua, Teluk Carpentaria, dan pesisir barat laut wilayah Australia turut mempengaruhi cuaca di Indonesia.
“Bibit Siklon Tropis 90S dan sistem tekanan rendah di sekitar Papua serta Australia membentuk daerah pertemuan angin. Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang sangat masif di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” kata Andri kepada wartawan dikutip, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan data BMKG, curah hujan ekstrem telah melanda Papua Barat dengan intensitas mencapai 133,2 mm/hari pada periode 26 Februari hingga 1 Maret 2026. Dalam periode yang sama, hujan lebat juga mengguyur D.I. Yogyakarta, Surabaya, dan Maluku Utara.
Kondisi ini terjadi akibat kombinasi Bibit Siklon 90S, pertemuan angin Monsun dengan angin baratan, serta aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin serta Rossby yang mempercepat pembentukan awan hujan.
Sementara, skala global menunjukkan La Niña kategori lemah masih aktif, yang meningkatkan pasokan uap air terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Sementara itu, aktivitas MJO diprediksi bergerak ke fase 5 dan 6 (wilayah Pasifik Barat), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya di wilayah Laut Cina Selatan, Samudra Hindia barat daya Lampung hingga NTT, Bali, NTB, NTT, pesisir Selatan Jawa, perairan Utara Bali hingga Utara NTT.
Plh Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, menambahkan, kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan sedang-lebat di sejumlah wilayah pada 2-4 Maret 2026, di antaranya Sumatera, sebagian Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.
“Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan lebat-sangat lebat (Siaga) di wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalsel, dan Sulsel; serta angin kencang di D.I Yogyakarta, Jatim, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan,” ujarnya.
Pada periode 5-8 Maret 2026, kondisi cuaca disebut didominasi dengan hujan ringan hingga sedang. Sementara, di beberapa wilayah, BMKG mengimbau masyarakat waspada dengan peningkatan intensitas menjadi sedang-lebat, di antaranya di wilayah sebagian Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi dengan kategori Siaga (hujan lebat-sangat lebat) berpotensi terjadi di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan NTT. Kemudian, potensi angin kencang di Jatim, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.
Artikel ini telah tayang. Baca selengkapnya







