Misteri Identitas 10 Jenazah Korban Longsor yang Dikubur Tanpa Nama

Posted on

Bandung Barat

Sepuluh jenazah korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dimakamkan dalam satu liang lahad di TPU Tanah Mati, Kampung Batunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Jumat (27/2/2026).

Sepuluh jenazah itu dimasukkan ke dalam peti mati sebelum diurug dengan tanah. Setelah diurug, lalu nisan dipasang di atas gundukan tanah sebagai penanda. Namun nisan itu tak bertuliskan nama, melainkan PM yang berarti Post Mortem lalu ditambahkan nomor.

Hal itu merujuk pada urutan penemuan bodypack dari lokasi longsor Cisarua, selama proses pencarian berlangsung sejak 24 Januari sampai 14 Februari 2026. Sepuluh jenazah itu ternyata belum teridentifikasi, namun dikebumikan atas dasar kemanusiaan.

Kasubbidkespol Biddokkes Polda Jawa Barat, AKBP dr. Ani Rasiani, mengatakan sepuluh individu itu sudah diketahui jenis kelaminnya namun belum diketahui identitasnya.

“Ya intinya perempuan dan laki-laki, tapi identitasnya belum diketahui. Hasil dari identifikasi awal ini belum ada yang match,” kata Ani, saat ditemui, Jumat (27/2/2026).

Ani mengatakan ada dua tahap lagi untuk mengungkap identitas sepuluh individu yang sudah dimakankan tersebut. Yakni pencocokan DNA dengan keluarga yang melaporkan kehilangan pada saat longsor terjadi.

“Jadi DNA sudah dikumpulkan, tinggal menunggu kecocokan apakah ada yang match atau tidak. Jadi yang meninggal itu dalam satu keluarga atau keluarga inti, kalau dari samping seperti paman, bibi, itu harus pemecahannya lebih lanjut. Jadi kalau identifikasi keluarga inti, ibu bapak dan anak itu lebih mudah,” kata Ani.

Ani menyebut sepuluh identitas yang dimakamkan hari ini juga bisa saja bukan merupakan warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang. Sebab tidak diketahui dengan pasti saat bencana melanda apakah ada orang dari daerah luar atau tidak.

“Tidak setiap jenazah yang ditemukan warga situ, bisa saja ada yang bertamu atau yang sekadar lewat. Atau yang tinggal disitu tapi sebatang kara. Jadi makanya ada tahap 2 dan tahap 3,” kata Ani.

Misteri identitas sepuluh jenazah itu juga dipertegas oleh Sekretaris Daerah KBB, Ade Zakir. Pihaknya menerima data warga yang dilaporkan hilang dalam bencana itu sebanyak 80 orang.

“Dari 80 orang itu, hanya 64 yang teridentifikasi dan dipastikan itu warga kami. Nah yang sepuluh ini belum ada kepastian warga atau bukan,” kata Ade Zakir.