Indonesia Siapkan Tenaga Nuklir untuk Pasok Energi, Rampung 2032

Posted on

Bandung

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkekuatan 500 megawatt dikabarkan akan masuk jaringan listrik nasional (on-grid) pada 2032 mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, sudah ada dua wilayah yang cocok untuk dijadikan lokasi pembangunan PLTN, yakni Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

“Ini nanti kira-kira sekitar pertengahan tahun ini penetapan lokasi lah, masih dibahas beberapa, tapi sudah dalam proses-proses pembahasan,” ujar Eniya dikutip dari Podcast Bukan Abuleke Youtube Kementerian ESDM, Minggu (15/2/2026).

Adapun keputusan lokasi pembangunan PLTN akan ditetapkan sekitar pertengahan tahun ini. Pararel, saat ini pemerintah juga tengah mematangkan beberapa konsep terkait investasi dalam proyek ini.

“Nah ini baru ada beberapa ini ya konsep ya, financial structure-nya kan harus dibahas tuh. Apakah nanti bisa program G2G atau langsung B2B gitu, itu harus dibahas. masih panjang.

Sebelumnya, Eniya melaporkan terkait pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (Nuclear Energy Program Implementation Organization/NEPIO). Pembentukan NEPIO hanya tinggal menunggu tanda tangan Presiden.

“Perpres sekarang di meja Presiden. Tinggal tunggu turun,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/1).

Eniya menjelaskan setelah Perpres tersebut ditetapkan, Kementerian ESDM merancang aturan pelaksana dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen).

Dalam Kepmen tersebut akan dibentuk enam kelompok kerja (pokja) dengan tugas berbeda, mulai dari penentuan lokasi, perizinan, hingga pembiayaan program nuklir.

“Setelah nanti Kepmen jalan kan itu ada 6 pokja. Nah masing-masing pokja nya itu kita beri tugas. Itu salah satunya untuk netapin tapak lah, yang satu ngurus perizinan, yang satu ngurus uang, kayak gitu,” jelas Eniya.