Bandung –
Ada pemandangan baru yang menarik perhatian di sisi Jalan Natuna, Kota Bandung, sejak beberapa hari terakhir. Terletak bersebelahan dengan kedai makanan Sunda legendaris, berdiri sebuah bangunan dua lantai dengan asap yang terus mengepul dari area depannya. Jajaran kendaraan pun tampak ramai berderet di sekelilingnya.
Asap tersebut menyeruakkan wangi khas daging yang tengah dibakar, dan mampu membuat ngiler siapa saja yang melintas. Pada fasad bangunan tersebut, terdapat *signage kuning cerah bertuliskan “Sate Hadori”.
Bagi penggemar olahan daging kambing di Bandung, nama Sate Hadori mungkin sudah tak asing di telinga. Tak heran, siang itu, area dapur dan pemotongan daging yang terletak di bagian depan restoran pun tampak sibuk mengerjakan pesanan. Meja di lantai bawah maupun atas juga telah penuh terisi.
berkesempatan mencicipi sate kambing andalan Sate Hadori yang telah eksis sejak puluhan tahun lalu. Potongan dagingnya cukup besar, dengan saus kacang yang disajikan melimpah. Ketika digigit, aroma khas daging kambing bakar yang gurih dan smokey memenuhi mulut. Teksturnya pun empuk dan mudah dikunyah.
Sate Sineureut Hadori (Foto: Nur Khansa Ranawati/). |
Sesuai dengan testimoni yang beredar dari mulut ke mulut, daging kambingnya nikmat dan tak berbau prengus. Adapun saus kacang yang disajikan adalah tipe yang crunchy* dan tidak manis, cocok bagi yang menyukai sate gurih. Selain sate, terdapat pula sajian gulai kambing dengan kuah yang *lekoh dan menggugah selera.
Salah satu pemilik Sate Hadori, Vitta Sukmawatie, mengatakan bahwa konsep langsung mengolah daging yang baru dipotong adalah kunci agar kesegarannya terjaga. Sehingga, bau prengus khas daging kambing tak menempel. Area pemotongan daging pun ditaruh di bagian depan restoran, yang memungkinkan untuk dilihat oleh seluruh pengunjung yang datang.
“Pengolahannya langsung ditempat, jadi fresh. Setelah dipotong, langsung dibakar. Daging yang dipakai adalah daging kambing muda,” ungkap Vitta saat ditemui di Sate Hadori cabang Natuna belum lama ini.
Ia mengatakan, menu sate yang paling banyak digemari oleh pelanggan sejak lama adalah sate kambing dengan lemak, karena rasanya yang lebih gurih. Selain itu, terdapat pula menu spesial “sate sineureut” yang masih menjadi best seller nomor satu.
“Di sini menu spesialnya adalah sate sineureut, itu khas kami nomor 1. Dia dibuat dari daging has dalam,” jelasnya.
Karena dibuat dari daging has dalam alias tenderloin, sate sineureut memiliki cita rasa yang lebih empuk dan *juicy dibandingkan dengan potongan daging lainnya. Setiap harinya, sate sineureut hanya dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas. Pasalnya, satu ekor kambing hanya bisa menghasilkan maksimal 50 tusuk sate sineureut. Alhasil, pelanggan pun harus berebut untuk menikmati seporsi sate sineureut Hadori.
“Satu ekor kambing itu hanya menghasilkan 40-50 tusuk dalam satu hari, makanya jadi rebutan. Kalau mau memesan, harus waiting list dulu sehari atau dua hari sebelumnya,” ungkap Vitta.
Dalam satu hari, dapur Sate Hadori mengolah puluhan kilogram daging kambing. Konsumsi harian berkisar sekitar 70 hingga 80 kilogram daging kambing untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Daging yang digunakan dipilih dari bagian paha belakang karena dianggap memiliki tekstur paling baik dan rasa yang lebih kuat.
“Daging yang dipakai itu kan dari paha belakang, jadi tidak satu ekor kambing dipakai gitu, diambil dari paha agar lebih gurih. (Saru hari) biasanya bisa habis 70-80 kilogram,” tuturnya.
Saat ini, Sate Hadori dikelola oleh keluarga generasi ketiga. Resep sate dan bumbu yang disajikan merupakan resep turun-temurun yang diwarisi dari sang kakek pendiri, yang telah lama menjadi identitas Sate Hadori.
Di samping sate sineureut, cabang Jalan Natuna juga menghadirkan berbagai pilihan menu lain. Sate kambing polos tetap menjadi favorit banyak pelanggan. Selain itu, sate kambing campur lemak juga banyak diminati. Menu lain yang tersedia meliputi sate sapi, sate ayam, gulai kambing, serta sop.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Konsepnya sih sebenarnya masih sama dengan di Hadori pusat, hanya di sini ada penambahan beberapa menu, jadi lebih upgrade. Misalnya menu kepala kambing dan nasi goreng kambing,” jelasnya.
Penambahan tersebut bertujuan untuk memberikan pilihan lebih luas bagi pengunjung tanpa mengubah identitas utama sebagai restoran sate kambing. Keluarga berharap anak muda mulai tertarik menikmati sate, karena selama ini warung sate sering identik dengan pelanggan usia dewasa. Suasana tempat makan dibuat lebih nyaman sehingga semua generasi bisa datang bersama keluarga atau teman.
“Mudah-mudahan anak muda juga bisa senang sama sate. Karena kebanyakan sate konsumsinya lebih ke orang tua ke atas. Jadi targetnya ingin anak muda juga masuk di sini,” jelasnya.
“








