Cianjur –
Linimasa di Cianjur tengah riuh. Hal ini dipicu aksi seorang konten kreator yang membuat video menginjak makam hingga menuai kecaman. Konten kreator tersebut adalah Mak Daster atau Diah Tardiah. Bersama rekannya, Inung Sia atau Endah Yudianti, ia kini harus berurusan dengan polisi setelah aksinya dilaporkan warga.
Dalam video berdurasi 33 detik yang beredar, Mak Daster tampak berada di lokasi yang dinarasikan sebagai pemakaman. Ia kemudian diingatkan oleh Inung Sia bahwa tanah yang diinjaknya adalah makam.
Adegan berlanjut saat Mak Daster menginjak gundukan tanah menyerupai makam dan menendang papan kayu yang menyerupai nisan. Aksi inilah yang memicu kemarahan publik hingga berujung laporan ke Polres Cianjur.
“Betul kami mendapatkan pengaduan terkait konten menginjak makam oleh dua Konten Kreator yakni Mak Daster dan Inung Sia,” ujar Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Fajri Amelia Putra, Jumat (13/2/2026).
Polisi yang menerima laporan langsung mengecek lokasi. Namun, setelah digali, gundukan tanah tersebut ternyata bukan makam dan tidak ditemukan jasad di dalamnya.
“Tidak ada tubuh manusia, jadi kemungkinan itu makam palsu. Properti untuk konten,” kata dia.
Meski demikian, pendalaman tetap dilakukan. Polisi sedang menelusuri apakah tindakan ini melanggar hukum atau tidak. Hasil pemeriksaan polisi memastikan makam tersebut palsu. Gundukan tanah itu kosong dan hanya berisi pipa saluran air.
“Makam itu kosong, adapun di kedalaman 1,5 meter itu pipa saluran air. Jadi memang itu palsu, sebatas properti konten,” kata dia.
Polisi akan tetap melakukan pemanggilan untuk meminta keterangan dari konten kreator hingga tim pembuat konten tersebut. Tercatat ada lima orang yang akan dimintai keterangan, termasuk Mak Daster dan Inung Sia.
Menghadapi proses hukum, Mak Daster menggandeng pengacara. Sang kuasa hukum, Asep Muladi, menegaskan bahwa makam dalam video tersebut hanyalah properti konten.
“Yang jelas itu bukan makam asli, memang properti untuk konten. Tidak benar jika ada yang mengaku jika keluarga dari pemilik makam. Karena konten itu dibuat di halaman rumah Inung Sia di Cibinong, Cianjur Selatan. Makam itupun sebatas properti,” kata dia.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Asep menyebut video yang viral itu hanyalah potongan awal dari rangkaian konten horor yang mereka siapkan. “Jadi ide awalnya itu konten horor komedi. Itu masih ada lanjutannya, dimana yang menginjak makam kena azab. Tapi belum semuanya diunggah sudah jadi sorotan. Mungkin kalau sudah utuh diunggah semua, tidak akan menjadi salah pemahaman,” kata dia.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa tindakan tersebut melanggar norma dan etika. Pihaknya menyatakan akan kooperatif mengikuti prosedur penyelidikan. “Kami hormati langkah polisi untuk menindaklanjuti hal ini. Kami tentu akan kooperatif, hadir dalam setiap pemanggilan untuk memberikan keterangan,” kata dia.







