Kembalinya Talenta Asgar ke Timnas Indonesia

Posted on

Garut

Setelah lama vakum menyuplai talenta pesepakbola terbaiknya ke Timnas Indonesia, Garut akhirnya kini melahirkan lagi bakat tersebut. Miraj Rizky Sulaeman adalah penerus pesepakbola asal Garut yang berlaga untuk pasukan Garuda.

Secara resmi, Miraj menjalani debut bersama Timnas Indonesia U-17 dalam laga uji coba internasional menghadapi Timnas China pada Minggu (8/2/2026). Di laga tersebut, skuad asuhan pelatih Nova Arianto takluk dengan skor telak 7-0.

Tidak hanya sekali, Miraj juga kembali diturunkan sebagai pemain utama pada laga kedua menghadapi tim yang sama pada Rabu (11/2) kemarin. Hasilnya, Indonesia lagi-lagi kalah, tapi kali ini dengan skor tipis 3-2.

“Perasaannya tentu senang karena bisa bermain di tim nasional,” kata Miraj kepada, Kamis, (12/2/2026).

Meskipun mengaku tidak puas karena tidak bisa memberikan kemenangan bagi Indonesia, di laga kedua kemarin, Miraj sendiri sedikit tersenyum. Sebab, di laga keduanya bersama Timnas Indonesia U-17 ini, Miraj berhasil mencetak gol.

Gol tersebut lahir dari titik putih di babak kedua. Dengan tenang, Miraj yang saat ini tercatat sebagai pemain Garuda United yang berlaga di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-18 itu menceploskan bola ke sudut kiri gawang China.

“Memang di pertandingan pertama saya belum percaya diri untuk menunjukkan performa terbaik. Tapi, alhamdulillah bisa di pertandingan kedua. Tentunya saya berharap agar performa saya terus meningkat dan saya berkomitmen untuk terus berjuang,” katanya.

Jalan Terjal Miraj Jadi Pemain Profesional

Di tengah karier sepak bolanya yang baru seumur jagung, Miraj harus susah payah merangkak menuju puncak kesuksesannya. Hal tersebut diungkap Waskandar, ayah Miraj, saat berbincang dengan beberapa waktu lalu.

Tempat tinggal Miraj yang berada di perkampungan Garut membuatnya harus berjuang ekstra agar dapat mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar. Menurut Waskandar, dia dan Miraj bahkan harus bolak-balik Garut-Jakarta setiap akhir pekan sekitar 4-5 tahun yang lalu.

“Suka-dukanya banyak, tidak jarang juga kami harus tidur di musala, pinjam uang sana-sini, semua itu demi si bungsu (MIraj),” kata Waskandar.

Waskandar menjelaskan, perjuangan sang anak yang lahir pada tahun 2009 itu mulai menemui jalannya setelah mendapatkan beasiswa dari Tim Adhyaksa Farmel FC (Sekarang Adhyaksa FC). Miraj akhirnya menetap di Tangerang dan menimba ilmu sepak bola di sana.

Miraj kemudian semakin serius menekuni sepak bola dengan harapan dapat menjadi pemain profesional suatu hari nanti. Dia kemudian dilirik Madura United FC, untuk memperkuat tim junior ‘Laskar Sapeh Kerrab’.

Penerus Talenta Emas Garut

Nama Miraj sendiri cukup mengobati kerinduan publik pecinta sepak bola Garut yang sedari dulu ingin menyaksikan para Asgar (Asli Garut/sebutan orang Garut) berlaga menggunakan jersi Garuda di dada.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, sudah cukup lama Garut absen menyuplai pemain berkualitas ke Tim Nasional. Berdasarkan catatan, sebelum Miraj, Yandi Sofyan adalah nama terakhir pesepak bola asal Garut yang manggung di Timnas Indonesia junior pada tahun 2015 lalu.

Sebenarnya, ada nama Fitrah Maulana, penjaga gawang Persib Bandung yang memperkuat Timnas Indonesia U-23. Namun, berbeda dengan para pendahulunya, Fitrah merupakan orang Bandung. Hanya saja, salah satu orang tuanya berasal dari Kecamatan Cisewu, Garut.

Kemudian sebelumnya, ada nama Meydi Rifky Aji Saputra, pesepak bola muda yang dulu digadang-gadang sebagai calon pemain profesional sukses setelah dirinya menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ajang Nike Academy di Inggris sekitar tahun 2015-an.

Meydi juga diketahui pernah ikut merumput bersama Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri saat itu, meskipun pada akhirnya dicoret dari tim. Redaksi belum menemukan informasi soal kabar terkini Meydi.

Terlepas dari hal-hal tersebut, setidaknya saat ini kerinduan para pencinta sepak bola Garut untuk melihat para Asgar berlaga di Timnas Indonesia terobati dengan hadirnya Miraj. Miraj diharapkan dapat menjadi penerus talenta pesepakbola unggul asal Garut seperti Adeng Hudaya, Uut Kuswendi, hingga Zaenal Arif dan Johan Juansyah.

Terus berjuang Miraj, jangan cepat puas!

Halaman 2 dari 2