Kuningan –
Seorang siswi SMA di Kabupaten Kuningan bernama Pina Rahayu Ningsih (18) mengalami musibah setelah meminum susu kemasan kaleng. Pasalnya, jari manis yang ada di tangan kanannya malah terjebak di dalam kaleng susu bahkan mengalami pembengkakan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma memaparkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026). Peristiwa tersebut bermula saat jam istirahat, kala itu, korban sedang meminum susu kaleng. Setelah habis, bukannya dibuang, korban malah iseng memasukkan jarinya ke dalam lubang kaleng susu.
Namun, saat mau dilepaskan, jari korban malah terjebak ke dalam kaleng. Meski sudah mencoba dengan berbagai macam cara seperti menggunakan pelumas dan minyak, namun, tetap saja jari korban masih sulit untuk dilepaskan. Bahkan, karena lubang kaleng yang sempit dan tajam, membuat jari korban mengalami pembengkakan.
Karena masih sulit dilepaskan, akhirnya korban bersama temannya langsung mendatangi Kantor UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.
“Saat jam istirahat korban meminum susu kaleng. Lalu korban iseng memasukkan jari tangan ke dalam lubang kaleng susu, tapi pada saat mau dilepaskan, jari tangan tersangkut dan tidak bisa keluar sehingga mengalami pembengkakan. Sudah coba melepaskannya secara mandiri pakai minyak dan alat, namun tidak bisa. Akhirnya sekitar pukul 09.25 WIB korban mendatangi kantor Damkar untuk meminta bantuan,” tutur Arga. Kamis (12/2/2026).
Sesampainya di kantor, jari siswa tersebut langsung ditangani oleh dua orang petugas Damkar. Kondisi lubang kaleng yang sempit dan keras membuat petugas mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi jari tersebut. Menurut Arga, jika tidak hati-hati, proses evakuasi tersebut bisa melukai jari tangan korban.
Meski sempat mengalami kesulitan, namun, dengan bantuan alat potong khusus berukuran kecil. Akhirnya, petugas berhasil melepaskan kaleng susu tersebut dari jari korban sekitar pukul 09.55 WIB.
“Dikarenakan celah yang sempit dan kaleng yang keras sehingga petugas harus hati-hati dalam penanganannya, karena bisa melukai korban. Untuk caranya pakai alat potong khusus. Jari tangan baru bisa dilepaskan setelah 30 menit penanganan,” tutur Arga.
Menyikapi kejadian tersebut, Damkar Kuningan menghimbau agar masyarakat selalu hati-hati dengan tidak memasukkan jari ke sembarang tempat karena dapat mengakibatkan luka dan infeksi di jari tangan. Jika membutuhkan bantuan bisa langsung menghubungi call center Damkar Kuningan di (0232) 871113 atau 081322698881.







