Cirebon –
Aksi menegangkan terjadi di wilayah Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, pada Senin (9/2/2026) malam. Ratusan warga menghadang konvoi puluhan sepeda motor yang diduga dilakukan oleh kelompok berandalan bermotor yang selama ini meresahkan masyarakat.
Warga bertindak setelah merasa resah dan terancam oleh ulah rombongan remaja tersebut. Pasalnya, selain berkonvoi ugal-ugalan, para peserta konvoi juga diduga membawa senjata tajam dan kayu sambil berkeliling ke sejumlah desa di Kecamatan Jamblang.
Ketegangan memuncak ketika warga melakukan pengejaran terhadap rombongan tersebut. Para peserta konvoi pun panik dan berhamburan melarikan diri ke berbagai arah. Dalam peristiwa itu, sejumlah remaja berhasil diamankan warga.
Karena emosi yang memuncak, warga sempat menyita empat unit sepeda motor milik peserta konvoi. Kendaraan tersebut kemudian dikumpulkan di sebuah lapangan desa. Tak lama berselang, warga membakar sepeda motor tersebut sebagai luapan kekesalan atas aksi konvoi yang dinilai sudah sangat meresahkan.
“Iya, benar. Tadi ada beberapa motor yang dibakar warga karena sudah kesal dengan ulah berandalan motor ini,” ujar Khaerudin, warga Desa Bakung Lor.
Situasi kembali memanas saat warga berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi konvoi tersebut. Beberapa di antaranya sempat menjadi sasaran amarah massa. Beruntung, aksi main hakim sendiri dapat dihentikan setelah petugas kepolisian tiba di lokasi.
Petugas kemudian mengevakuasi para remaja yang diamankan ke Balai Desa Bakung Lor guna mengantisipasi amukan warga dan menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolsek Klangenan, Iptu Diding, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh peserta konvoi yang berhasil diamankan kini berada dalam penanganan pihak kepolisian.
Menurutnya, rombongan konvoi yang terdiri dari sekitar 20 sepeda motor itu awalnya melintas di Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang. Di lokasi tersebut, warga berhasil mengamankan enam orang pelajar.
“Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Bakung Lor dan kembali diamankan warga sebanyak 11 orang. Sisanya berpencar ke arah pematang sawah Desa Bojong Lor dan Desa Kreyo,” jelasnya.
Di Desa Bojong Lor, warga mengamankan empat orang pelajar, sementara di Desa Kreyo diamankan tiga orang pelajar lainnya. Seluruh remaja tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat hukum, serta meminta para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.







