Bandung –
Pemandangan di Underpass Dewi Sartika, Kota Depok, kini mulai berubah. Ikon wajah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang selama dua tahun terakhir menghiasi dinding pembatas jalan bawah tanah tersebut kini resmi diturunkan. Langkah ini menandai babak baru perubahan infrastruktur di Kota Depok seiring dengan perubahan visual yang sejalan dengan kebijakan provinsi.
Asal-usul Mural di Underpass Depok
Underpass Dewi Sartika bukan sekadar jalur penghubung antara Jalan Dewi Sartika menuju Jalan Raya Kartini dan Margonda Depok. Proyek ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok untuk memecah masalah kemacetan yang berkepanjangan akibat perlintasan sebidang kereta api.
Saat diresmikan pada 17 Januari 2023 lalu, underpass ini tampil kontras dengan sentuhan seni urban. Ridwan Kamil, yang dikenal memiliki latar belakang arsitek, menambahkan mural wajahnya dengan gaya Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP).
Pilihan ini dibuat sebagai bagian dari sentuhan estetika proyek. Di sampingnya, terpampang jelas slogan “Jabar Juara”, yang menjadi identitas kepemimpinan Ridwan Kamil saat itu.
Alasan di Balik Pencopotan
Pencopotan mural oleh petugas Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat bukan tanpa alasan kuat. Perubahan visual ini didasarkan pada beberapa faktor kebijakan yang melatarbelakangi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengusung semangat baru. Slogan “Jabar Juara” secara bertahap digantikan dengan “Jabar Istimewa”. Sebagai infrastruktur publik yang dibiayai negara, penonjolan sosok tertentu perlu disesuaikan setelah masa jabatan berakhir guna menjaga relevansi dengan kepemimpinan saat ini.
Selain itu, terdapat rencana untuk mengganti ikon lama dengan gambar tokoh pahlawan lokal atau simbol yang lebih merepresentasikan identitas sejarah Kota Depok.
Update Terakhir Proses Eksekusi Underpass
Tim teknis menurunkan mural menggunakan peralatan las dan gergaji. Foto-foto yang beredar menunjukkan bagian wajah Ridwan Kamil telah dilepaskan dari rangka dinding.
Saat ini, area tersebut masih dalam tahap pembersihan dan persiapan sebelum desain baru diaplikasikan. Masyarakat yang melintas diimbau untuk tetap berhati-hati karena adanya aktivitas petugas di bahu jalan underpass.
Komentar Netizen yang Beragam
Media sosial, khususnya kolom komentar unggahan @detikcom, langsung menghasilkan beragam tanggapan warga. Pendapat masyarakat terbelah menjadi beberapa sudut pandang menarik.
Akun @pand****sti14 menyarankan agar wajah pahlawan setempat yang diabadikan. “Ganti wajah pahlawan Letnan Margonda Depok aja min,” tulisnya, merujuk pada sosok ikonik yang namanya menjadi jalan utama di Depok. Senada dengan itu, daniskhanpurba mempertanyakan mengapa sejak awal tidak menggunakan tokoh masyarakat yang memajukan Depok. “Lagian kenapa bukan muka2 pahlawan atau tokoh masyarakat yang memajukan kota Depok. Akhirnya keluar budget anggaran untuk gonta ganti kan muka,” komentarnya.
Netizen lain melihat perubahan ini sebagai hal yang lumrah. Akun idhafrd81 berkomentar, “Ganti pemimpin Jawa Barat ya ganti wajah lah, itu biasa”. Sementara joharium berpendapat bahwa ikon provinsi tidak harus selalu berbentuk wajah orang, melainkan bisa berupa simbol yang mewakili identitas Jawa Barat secara luas. “Ya sudahlah. Diganti dengan gambar yang menyimbolkan Jawa Barat. Nggak harus gambar orang,” tulisnya.







