Bandung –
Persib Bandung dihadapkan pada tantangan serius jelang duel pekan ke-20 Super League 2025/26 kontra Malut United. Tim asal Maluku Utara itu datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan status sebagai klub paling produktif di liga musim ini.
Hingga pekan ke-19, Malut United telah mengoleksi 38 gol, catatan yang membuat mereka berada di puncak daftar tim tersubur. Produktivitas tersebut menjadi alarm bagi lini belakang Maung Bandung, terlebih Malut diperkuat sejumlah pemain yang sangat familiar bagi publik GBLA.
Tiga nama yang paling mencuri perhatian adalah Tyronne del Pino, Ciro Alves, dan David da Silva. Ketiganya merupakan mantan pilar Persib Bandung yang punya andil besar dalam keberhasilan Maung Bandung menjuarai Liga 1 musim 2024/25.
Kini, ketajaman dan kreativitas mereka justru menjadi senjata utama Laskar Kie Raha. Total 23 gol sudah diciptakan ketiga pemain tersebut.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tak menampik kualitas lini serang Malut United, terutama keberadaan trio eks anak asuhnya tersebut. Menurut Bojan, pengalaman dan kualitas individu mereka membuat Malut menjadi tim yang sangat berbahaya.
“Mereka adalah pemain yang bagus dan musim lalu menjuarai liga. Jadi tentu saja mereka pemain bagus, secara penyerangan mereka sangat berbahaya,” ujar Bojan.
Bojan menegaskan, Persib tidak boleh lengah dan harus menemukan formula yang tepat untuk meredam agresivitas lawan. Ia menyadari bahwa membatasi ruang gerak pemain-pemain depan Malut akan menjadi kunci dalam pertandingan nanti.
“Oleh karena itu, kami harus menemukan cara menghentikan mereka,” katanya.
Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu tetap menunjukkan kepercayaan diri. Bojan menilai Persib juga memiliki materi pemain yang mumpuni untuk memberikan tekanan balik dan menciptakan kejutan bagi Malut United.
“Tapi kami juga memiliki pemain-pemain yang bagus dan akan berusaha mencoba untuk mengejutkan mereka,” pungkasnya.







