Tasikmalaya –
Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). Sejumlah wilayah mengalami hujan disertai angin kencang. Selain memicu kepanikan, longsor terjadi di jalur utama Tasikmalaya-Garut, tepatnya di Kampung Cidanoh, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
Tebing setinggi 10 meter longsor menimpa setengah jalan provinsi. Material longsoran yang membawa rumpun pohon bambu tersebut sempat menutup setengah badan jalan.
Kapolsek Salawu AKP Dedi Darsono menjelaskan tebing yang longsor berada di lahan milik warga setempat, Jana Sujana (55). Longsor terjadi karena tanah tidak kuat menahan beban air akibat hujan yang berlangsung lama.
“Tebing dengan ketinggian kurang lebih 10 meter longsor dan membawa material tanah serta dapuran pohon bambu. Material longsoran memiliki ketebalan mencapai 3 meter dengan panjang sekitar 7 meter, yang langsung menutupi setengah badan jalan raya,” ungkap Dedi Darsono.
Meski material longsor cukup besar, Dedi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, akses jalan sempat terganggu karena kondisi yang licin dan tertutupnya satu lajur kendaraan.
Proses evakuasi dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai unsur. Satu unit alat berat Backhoe Loader dikerahkan ke lokasi untuk menyingkirkan material tanah dan bambu yang menumpuk.
“Kami bekerja sama dengan Anggota Polres Tasikmalaya, Satpol PP Kecamatan Salawu, satlantas Polres Tasikmalaya, Petugas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, serta dibantu warga sekitar untuk mempercepat proses pembersihan agar jalur kembali normal,” tambah Kapolsek.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas sempat tersendat. Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya terjun langsung melakukan pengaturan lalu lintas di titik kejadian untuk mengurai antrean kendaraan.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, menyatakan bahwa pihaknya mulai mengintensifkan penjagaan dan patroli. Sistem buka-tutup arus kendaraan diberlakukan secara bergantian, baik dari arah Tasikmalaya maupun arah Garut.
“Kami menempatkan personel untuk melaksanakan tugas pengaturan dan pengamanan jalur (pam jalur). Tujuannya agar arus tetap mengalir meskipun hanya bisa menggunakan setengah badan jalan selama alat berat bekerja,” jelas Didit Permadi pada Kamis (5/2).
Ironisnya, di tengah pemberlakuan sistem buka-tutup, sebuah bus angkutan penumpang nekat melintasi titik longsor. Alhasil, bus tersebut tergelincir dan nyaris masuk ke dalam jurang.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Badan bus yang melintang menghalangi seluruh badan jalan. Kondisi ini sempat membuat kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas sama sekali.
“Ada bus melintas lokasi longsoran yang masih licin. Tergelincir jadi halangi jalan. Kami sedang upayakan derek ke lokasi agar bus bisa ditarik,” Kata Didit Permadi.
Penjagaan ketat oleh personel kepolisian memberikan rasa aman bagi para pengendara yang sempat ragu melintas. Setelah proses evakuasi bus selesai, kondisi jalanan kini berangsur lancar kembali.
“Kami Pihak tetap mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada saat melintasi jalur Salawu, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan potensi hujan susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perbukitan Tasikmalaya,” kata Didit Permadi.







