Bandung –
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung masih mengupayakan nasib siswa SMP yang diduga menjadi korban perundungan. Dua opsi pun disiapkan berupa memindahkan siswa yang mengalami keterlambatan bicara atau speach delay itu ke SLB atau masuk melalui paket pendidikan kesetaraan.
Kadisdik Kota Bandung Asep Gufron mengatakan, anak tersebut sempat masuk sekolah beberapa hari yang lalu. Dari hasil penilaian, aspek kognitif anak tersebut memang terhitung rendah.
“Nah, opsinya, si anak ini coba kita tawarkan supaya sekolah di SLB,” kata Asep Gufron saat berbincang dengan, Senin (2/2/2026).
Opsi ini kata Asep, sedang ditawarkan ke orang tua siswa. Namun jika orang tuanya tidak berkenan, Disdik menyiapkan paket pendidikan kesetaraan bagi sang siswa.
“Sekarang kan terus dikomunikasikan dengan pihak orang tuanya, karena si siswa ini kasihan tidak akan bisa mengikuti pola pembelajaran di SMP secara umum. Kalau seandainya ini orang tuanya itu enggak mau ke SLB, kita akan tangani oleh paket sekolah kesetaraan,” ungkapnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Jadi nanti pola pembelajarannya biar lebih dekat dengan rumah tempat tinggalnya. Yang jelas, anak itu jangan sampai kehilangan hak untuk belajar,” tambahnya.
Asep memastikan Disdik Kota Bandung tak angkat tangan soal siswa yang diduga mengalami perundungan ini. Yang terpenting, hak pendidikannya masih terjamin dan disesuaikan dengan kondisi psikologisnya.
“Karena lasihan kalau dipaksakan di sekolah SMP, dia bisa enggak nyaman. Kita pasti bantu, yang penting kita ada komitmen dan tinggal angkat tangan,” pungkasnya.







