Jakarta –
Belakangan ini, air cucian beras ramai diperbincangkan di media sosial sebagai bahan alami perawatan kulit wajah. Sejumlah warganet menyebut air beras memiliki manfaat untuk mencerahkan kulit hingga membantu menjaga tampilan awet muda.
Salah satu pengguna media sosial membagikan pengalamannya memanfaatkan air cucian beras untuk perawatan harian.
“Tiap cuci beras, air sisaan yang putih-putih itu, jangan dibuang. Masukin toples, pake buat cuci muka ato buat bilas rambut. You’re welcome,” kata salah satu netizen.
Warganet lain juga mengungkapkan pengalaman serupa yang dilakukan oleh ibunya.
“Mamaku rajin maskeran pake endapan nya, kulitnya halus, bersih, cerah, umur udah mau 60 tapi masih minim keriput dan flek padahal skincare nya cuma pake moisturizer itupun ganti ganti merk terus,” kata netizen lainnya.
Penjelasan Dokter soal Manfaat Air Beras
Spesialis kulit, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpCDVE, membenarkan bahwa air cucian beras memang memiliki potensi manfaat bagi kulit. Kandungan inositol, antioksidan, serta sejumlah vitamin di dalam air beras dinilai dapat mendukung kesehatan kulit.
Meski demikian, dr. Darmaputra menegaskan bahwa hasil perawatan kulit tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Perawatan yang tepat dan gaya hidup sehat tetap berperan penting dalam menjaga kondisi kulit.
“Tetap harus memerhatikan treatment secara umum dan gaya hidup keseluruhan untuk mendapatkan hasilnya,” kata dr Darma ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat memerhatikan aspek kebersihan sebelum menggunakan air cucian beras untuk mencuci wajah. Air beras yang tidak bersih berisiko memicu masalah kulit.
Selain itu, wadah penyimpanan harus dalam kondisi bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi jamur maupun bakteri.
“Cucian pertama masih banyak mengandung kotoran dan dari proses pengolahan beras. Cucian kedua biasanya lebih bersih, tapi masih kaya akan pati dan sejumlah nutrisi. Banyak orang memilih cucian kedua atau bahkan ketiga sebagai air beras yang diambil,” kata dr Darma.
Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, air cucian beras disarankan disimpan dalam wadah tertutup di dalam lemari pendingin. Waktu penyimpanan maksimal berkisar satu hingga dua hari.
Apabila muncul bau asam atau tanda fermentasi berlebih, air cucian beras sebaiknya tidak lagi digunakan untuk mencuci wajah. Pemilihan beras organik juga dinilai lebih aman karena cenderung minim residu pestisida.
Dr. Darmaputra menambahkan, metode ini tidak disarankan bagi orang dengan kondisi kulit tertentu, seperti kulit sensitif atau berjerawat. Konsultasi dengan dokter kulit tetap diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaannya.
“Yang utama itu kebersihannya (beras) sih. Pastikan juga kulitnya aman, jadi butuh konsul dokter untuk pastikan aman atau tidak buat kulitnya,” tandasnya.







