Subang –
Banjir yang merendam delapan kecamatan di Kabupaten Subang mulai surut pada Sabtu (31/1/2026). Genangan yang sebelumnya mencapai 1,5 meter, kini tersisa sekitar 50 sentimeter di pemukiman warga.
Sejumlah rumah di dataran yang lebih tinggi mulai kering. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk kembali ke rumah dan membersihkan perabotan hingga mencuci pakaian yang sempat terendam lumpur.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Namun, kelangkaan air bersih memaksa warga membersihkan rumah dan perabotan menggunakan sisa air banjir yang kotor.
“Sudah mulai surut, Pak, Alhamdulillah. Kami mulai bersih-bersih karena lumpurnya sangat tebal. Ya, mau bagaimana lagi, air bersih belum ada, jadi pakai air yang ada saja,” ujar Indah, salah satu warga saat ditemui di kediamannya.
Banjir di Kabupaten Subang Foto: Dian Firmansyah |
Indah menceritakan, air sempat masuk ke dalam rumah setinggi 30 sentimeter. Saat air surut, rumahnya dipenuhi tumpukan lumpur dan sampah yang terbawa arus. Beruntung, ia sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
“Alhamdulillah, barang elektronik tidak ada yang rusak karena saat air masuk langsung dipindahkan ke tempat tinggi,” katanya.
Indah berharap pemerintah bisa lebih maksimal dalam menangani banjir, terutama terkait pengelolaan sungai yang kerap meluap. “Harapannya pemerintah lebih baik dalam penanganan banjir, seperti Sungai Cipunagara, supaya tidak banjir lagi ke depannya,” pungkasnya.
Sementara itu, jumlah pengungsi di kolong jembatan mulai berkurang. Meski begitu, sebagian warga masih memilih bertahan di pengungsian karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk ditempati.
Kabar baiknya, Jalan Raya Pamanukan yang sebelumnya lumpuh total kini sudah kering. Arus lalu lintas kembali normal dan sudah bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan. Aktivitas ekonomi warga di sekitar jalur utama tersebut pun mulai berdenyut kembali.








