Kuningan –
Puluhan ikan dewa di Balong Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, ditemukan mati mendadak. Fenomena kematian massal ini dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Deni, mengonfirmasi adanya puluhan ikan dewa yang mati di objek wisata tersebut.
“Hari ini kembali terjadi. Kemarin saja ada 40 hingga 50 ikan dewa yang mati, dan sekarang jumlahnya terus bertambah,” tutur Deni kepada awak media, Sabtu (31/8/2024).
Deni menjelaskan, kematian massal ini disebabkan oleh serangan parasit cacing jangkar yang menyerang bagian mulut dan insang. Kondisi tersebut membuat ikan sulit bernapas, kehilangan nafsu makan, dan mengalami iritasi hebat sebelum akhirnya mati.
Menurutnya, kondisi ini diperburuk oleh sirkulasi air kolam yang tidak lancar serta cuaca buruk yang berlangsung selama berhari-hari. Hal ini mengakibatkan ikan mengalami stres dan penurunan daya tahan tubuh.
“Debit air yang mengalir berkurang dan ikan kurang asupan pakan sehingga tubuhnya kurus. Ditambah hujan intensif selama tiga hari terakhir, daya tahan tubuh ikan menurun dan cacing akhirnya menyerang dengan cepat,” jelas Deni.
Ikan Dewa (Foto: Fahmi Labibinajib/). |
Untuk mencegah kematian berlanjut, Diskanak merekomendasikan pengelola menggunakan ramuan herbal berupa campuran daun kenikir dan garam. Getah daun kenikir dipercaya mampu melepaskan parasit cacing yang menempel pada tubuh ikan.
Teknisnya, ikan yang sakit dipisahkan ke kolam isolasi. Daun kenikir kemudian ditumbuk hingga keluar getahnya, lalu dicampur garam dan ditaburkan ke kolam karantina tersebut.
Di sisi lain, pengelola Balong Cigugur, Dwiki, mengungkapkan bahwa penurunan suhu air yang ekstrem akibat hujan terus-menerus menjadi faktor utama ikan-ikan tersebut bertumbangan.
“Kondisi air sebenarnya aman. Tadi sudah dicek oleh Dinas Perikanan, penyebabnya suhu air turun drastis sehingga ikan stres atau terkejut,” kata Dwiki.
Meski terjadi kematian massal, Dwiki memastikan populasi ikan dewa di Balong Cigugur masih cukup banyak. Mengingat statusnya sebagai ikan yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat, bangkai ikan dewa yang mati tidak dibuang, melainkan langsung dikuburkan di area sekitar balong.
“Populasi masih banyak, dan ikan jenis lain tidak terdampak. Ikan dewa yang mati langsung kami ambil untuk dikuburkan di area sekitar balong,” pungkasnya.
“








