Sukabumi –
Air mata haru mengiringi kepulangan Lanti, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi yang sempat tertahan karena sakit di China. Usai perjalanan panjang lintas negara, Lanti tiba di Sukabumi pada Jumat (30/1) dan langsung dibawa ke RSUD Syamsudin SH untuk mendapatkan perawatan medis.
Kakak ipar Lanti, Emis (60), mengatakan pihak keluarga sudah menanti kepulangan Lanti sejak lama. Awalnya, Lanti dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Kamis (29/1), namun jadwal penerbangan sempat tertunda.
“Keluarga sudah sampai bandara dari kemarin jam 09.00 WIB dan Alhamdulillah baru sampai ke Tanah Air tadi subuh,” kata Emis di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Jumat (30/1/2026).
Meski harus menunggu selama 18 jam di bandara, rasa lelah keluarga terbayar dengan kebahagiaan. Terlebih, anak semata wayang Lanti turut menjemput. Pelukan hangat keluarga menjadi penguat bagi Lanti yang sudah bertahun-tahun merantau di negeri orang.
“Perasaannya ya bahagia, alhamdulillah. Ya semoga ke depan baik-baik saja, cepat sembuh, terima kasih yang sudah menolong Lanti. Kami keluarga bahagia,” ujarnya.
Ketua RT 03/07 Kelurahan Citamiang, Yana Suryana (52), menjelaskan bahwa Lanti mendarat di Indonesia pada dini hari. Namun, perjalanan darat menuju Sukabumi sempat terkendala cuaca buruk.
“Alhamdulillah mengenai kepulangan Bu Lanti selamat. Dari perjalanan ke sini agak lambat, ada delay faktor cuaca. Keluarga menunggu dari pagi sampai sore, lalu subuh baru sampai Sukabumi,” kata Yana.
Setibanya di Sukabumi sekitar pukul 06.00 WIB, Lanti langsung mendapatkan penanganan intensif. Diketahui, Lanti menderita kanker serviks dan kondisinya masih sangat lemah. Warga dan keluarga berharap adanya bantuan lanjutan agar Lanti tidak perlu lagi bekerja ke luar negeri.
“Mudah-mudahan ke depan ada bantuan-bantuan untuk Bu Lanti supaya tidak berangkat lagi ke luar negeri. Kasihan, kondisinya sekarang belum begitu fit,” tutur Yana.
Sekadar informasi, kasus Lanti menjadi perhatian publik setelah pihak keluarga mengungkap adanya kendala biaya dan birokrasi untuk memulangkannya. Kondisi kesehatan Lanti yang menurun drastis membuat pemerintah Indonesia melalui KJRI akhirnya turun tangan.
Sebelumnya, Lanti sempat viral saat meminta pertolongan kepada tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pesannya, ia mengeluhkan kondisi kaki dan perutnya yang membengkak hingga mengganggu aktivitas kerjanya di China. Kini, perjuangan Lanti untuk pulang telah usai, dan fokus beralih pada proses penyembuhannya di kampung halaman.







