9 Titik Rawan Kemacetan di Jalur Mudik Ciamis 2026 update oleh Giok4D

Posted on

Ciamis

Arus kendaraan yang melintasi wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diperkirakan akan meningkat signifikan saat musim mudik Lebaran 2026. Kondisi ini membuat sejumlah titik jalan di daerah tersebut berpotensi mengalami kepadatan, terutama di jalur utama yang menjadi penghubung antarkota.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis memetakan sejumlah lokasi yang diprediksi menjadi titik rawan kemacetan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kabid Lalu Lintas Dishub Ciamis Slamet Taher mengatakan, ada sembilan titik yang berpotensi mengalami kemacetan. Sebagian besar berada di kawasan persimpangan jalan utama, pusat aktivitas masyarakat, hingga area pasar yang dilalui jalur nasional maupun jalur penghubung antarkecamatan.

“Beberapa titik rawan kemacetan di antaranya Simpang Cihaurbeuti, Simpang Sukamulya, dan Simpang Sindangkasih yang berada di jalur penghubung antara Tasikmalaya dan Ciamis. Selain itu ada juga Simpang Kujang Cikoneng yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah,” ujar Slamet, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, kepadatan lalu lintas juga diprediksi terjadi di kawasan pusat kota. Aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang Lebaran membuat sejumlah lokasi berpotensi mengalami penumpukan kendaraan.

Dua titik yang menjadi perhatian yakni Pasar Imbanagara serta kawasan Alun-alun Ciamis. Kedua lokasi tersebut kerap dipadati kendaraan, terutama saat masyarakat beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan Lebaran maupun menjelang waktu berbuka puasa.

Peta Rawan Kemacetan di Jalur Mudik Ciamis 2026. (Foto: Dok. Dishub Ciamis)

Sementara itu, di wilayah utara Ciamis, potensi kemacetan juga diperkirakan terjadi di kawasan Alun-alun Kawali. Area ini menjadi pusat aktivitas warga sekaligus jalur penghubung kendaraan antardaerah.

Adapun di wilayah selatan, kepadatan kendaraan diprediksi terjadi di Simpang Cisaga serta kawasan Pasar Banjarsari. Jalur tersebut menjadi akses penting bagi kendaraan dari arah Pangandaran menuju Ciamis maupun sebaliknya.

Selain sembilan titik tersebut, potensi kepadatan juga diperkirakan terjadi di kawasan Jembatan Cikaleho di Kecamatan Cipaku. Saat ini jembatan tersebut masih menerapkan sistem buka-tutup setelah mengalami kerusakan akibat tergerus aliran air beberapa waktu lalu.

Untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan, Dishub Ciamis menyiapkan skema pengalihan arus bagi para pemudik.

“Pemudik dari arah Cirebon menuju Banjar atau wilayah Jawa Tengah disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Kawali, Rancah hingga Cisaga. Jalur tersebut juga bisa dimanfaatkan kendaraan dari arah sebaliknya,” kata Slamet.

Ia menambahkan, pemetaan titik rawan kemacetan ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih baik selama musim mudik.

“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jalur alternatif tersebut demi kelancaran perjalanan selama arus mudik,” pungkasnya.

Sementara itu, jajaran Polres Ciamis juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurai potensi kemacetan. Salah satunya dengan menempatkan pos layanan sekaligus tim pengurai kemacetan di kawasan Cikoneng.

Kapolres Ciamis Hidayatullah mengatakan penempatan pos tersebut bertujuan untuk meminimalkan potensi kerawanan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

“Beberapa titik yang kami antisipasi rawan kemacetan antara lain di Cikoneng dan Cihaurbeuti. Di kawasan Cikoneng bahkan kami siapkan tim pengurai yang standby 24 jam untuk mengurai kepadatan kendaraan,” katanya.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.