9 Mahasiswa FK UGJ Dalami Genetika ke Prancis dan Thailand | Info Giok4D

Posted on

Untuk mendalami ilmu genetika, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UGJ terbang menuju Prancis dan Thailand. Sembilan mahasiswa terpilih akan mengikuti program International Student Mobility ke kedua universitas ternama dunia, yakni Poitiers University di Prancis dan Mahidol University di Thailand.

Dekan FK UGJ, Catur Setiya Sulistiyana, mengatakan sembilan mahasiswa tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang mempertimbangkan capaian akademik, khususnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), serta minat dan kompetensi di bidang genetika.

rfcvb

“Mahasiswa yang berangkat adalah mahasiswa pilihan. Mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketertarikan dan potensi besar dalam pengembangan ilmu genetika,” ujar Catur, Jumat (2/1/2026).

Dari total peserta, dua mahasiswa akan bertolak ke Poitiers University, Prancis, melalui program beasiswa Erasmus Plus. Kerja sama FK UGJ dengan universitas tersebut telah terjalin secara berkelanjutan sejak 2017 dan menjadi salah satu kolaborasi internasional terkuat UGJ.

Sementara itu, tujuh mahasiswa lainnya akan mengikuti program di Mahidol University, Thailand, yang merupakan mitra strategis FK UGJ dalam tiga tahun terakhir.

Sekitar 35 hari, para mahasiswa akan mengikuti kegiatan student exchange dan elective program, dengan fokus utama pada pendalaman ilmu genetika serta penguatan wawasan medis berbasis global.

“Dari hasil pendalaman ini, para mahasiswa diharapkan melanjutkan ke tahap penelitian lanjutan. Harapannya, mereka dapat memperoleh pemahaman genetika yang lebih konkret dan aplikatif,” tambahnya.

Rektor UGJ, Achmad Faqih, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Fakultas Kedokteran atas konsistensi dalam mendorong program internasional. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi visi UGJ sebagai kampus berorientasi global.

“Ini adalah bukti bahwa UGJ serius menuju globalisasi kampus. Ke depan, kolaborasi internasional tidak hanya berhenti di Prancis dan Thailand, tetapi juga diperluas ke negara-negara Eropa lainnya, seperti Belanda melalui Radboud University, yang komunikasinya sudah kita mulai,” ungkapnya.

Achmad Faqih juga menegaskan bahwa mulai 2026, seluruh fakultas di lingkungan UGJ wajib mengimplementasikan program internasional, baik melalui magang, pertukaran mahasiswa, maupun kolaborasi publikasi ilmiah internasional.

Menurutnya, program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas dan kualifikasi mahasiswa UGJ sejajar dengan mahasiswa di Eropa maupun Asia Tenggara.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

“Kalian adalah duta diri sendiri, duta fakultas, duta kampus, sekaligus duta bangsa Indonesia. Jaga nama baik, sikap, perilaku, dan etika. Pahami budaya setempat agar mampu beradaptasi dengan baik,” tuturnya.

Selain pengiriman mahasiswa ke Prancis dan Thailand, UGJ juga akan menyambut 20 mahasiswa asal Filipina dalam waktu dekat sebagai bagian dari program pertukaran internasional.

Tidak hanya itu, FK UGJ saat ini juga tengah menjajaki peluang pengiriman mahasiswa profesi dokter ke Radboud University, Belanda. Meskipun masih menghadapi tantangan penyesuaian kalender akademik, program tersebut menjadi target strategis untuk meningkatkan kompetensi lulusan dokter UGJ di masa mendatang.