7 Takjil Khas Jabar Paling Diburu, Mana Favorit Kamu?

Posted on

Bandung

Jika ditanya apa yang paling dirindukan saat azan magrib berkumandang di bulan Ramadan, banyak warga Jawa Barat akan menjawab sederhana: suasana berburu takjil. Mulai dari yang manis, asin, camilan ringan, hingga mengenyangkan, tradisi berbuka puasa di Tanah Pasundan selalu identik dengan ragam kuliner yang kaya rasa dan makna budaya.

Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari kebiasaan dan budaya yang menguatkan kebersamaan. Di Jawa Barat, tradisi ini tumbuh selaras dengan kearifan lokal masyarakat Sunda. Berikut daftar takjil khas warga Jawa Barat yang populer, mencakup makanan manis, asin, berat, dan ringan.

1. Kolak

Kolak menjadi salah satu menu takjil yang hampir selalu hadir di meja ketika berbuka. Hidangan ini berupa sajian manis berkuah santan yang dimasak dengan gula aren dan daun pandan, sehingga menghasilkan aroma harum yang khas. Dalam tradisi Ramadan, kolak kerap dipilih sebagai pembuka karena rasanya lembut dan mudah dicerna setelah seharian berpuasa.

Isi kolak cukup beragam, tetapi yang paling populer adalah kolak pisang, kolak ubi, dan kolak candil. Pisang kepok atau uli dipotong lalu direbus hingga empuk, ubi jalar dipotong dadu untuk memberi tekstur lembut, sedangkan candil terbuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat kecil dengan sensasi kenyal.

Disajikan hangat maupun dingin, kolak tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi rasa nyaman dan nostalgia khas Ramadan.

tips mengonsumsi gorengan yang lebih sehattips mengonsumsi gorengan yang lebih sehat Foto: Getty Images/iStockphoto

2. Gorengan

Gorengan menjadi takjil yang sulit dipisahkan dari kebiasaan berbuka puasa warga Jawa Barat. Di hampir setiap sudut jalan menjelang magrib, aneka gorengan tersusun rapi di lapak pedagang, mulai dari bakwan (bala-bala), tahu isi (gehu), tempe goreng, cireng, hingga pisang goreng. Camilan ini dipilih karena praktis, harganya terjangkau, dan rasanya gurih sehingga cocok sebagai pembuka sebelum menyantap makanan utama.

Bahan dasarnya sederhana, seperti tepung terigu, sayuran, tahu, tempe, atau pisang, yang kemudian dibalut adonan dan digoreng hingga keemasan. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, terutama saat masih hangat. Rasa gurih dari adonan berpadu dengan isian yang beragam, menghadirkan sensasi asin gurih yang kontras setelah seharian menahan lapar.

Meski populer dan mengenyangkan, konsumsi gorengan sebaiknya tetap dibatasi. Kandungan minyak yang tinggi dapat meningkatkan asupan lemak jika dikonsumsi berlebihan. Karena itu, gorengan lebih ideal dinikmati secukupnya sebagai pelengkap takjil, bukan sebagai menu utama saat berbuka puasa.

Aurelie Moeremans Mendadak Ngidam Es CendolAurelie Moeremans Mendadak Ngidam Es Cendol Foto: Instagram/iStock

3. Es Cendol atau Dawet

Es cendol atau dawet menjadi salah satu takjil favorit warga Jawa Barat, terutama saat cuaca terasa hangat menjelang waktu berbuka. Minuman tradisional ini dikenal menyegarkan karena disajikan dengan es batu, sehingga mampu melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Minuman ini selalu menjadi buruan pertama saat membeli takjil.

Cendol terbuat dari adonan tepung beras atau tepung hunkwe yang dibentuk memanjang berwarna hijau, biasanya menggunakan pewarna alami dari daun suji atau pandan. Sajian ini kemudian disiram gula aren cair dan santan, lalu ditambahkan es batu.

Dari segi rasa, es cendol menawarkan kombinasi manis legit dari gula aren, gurih lembut dari santan, serta sensasi kenyal dari cendol itu sendiri. Teksturnya yang ringan dan cair membuat minuman ini cocok sebagai pembuka sebelum menyantap hidangan yang lebih berat saat berbuka puasa.

Misro is a typical snack from West Java Indonesia. This snack is made from grated cassava, the inside of which is filled with brown sugar and then fried. served on a plate with a dark table matMisro is a typical snack from West Java Indonesia. This snack is made from grated cassava, the inside of which is filled with brown sugar and then fried. served on a plate with a dark table mat Foto: Getty Images/Muhammad Senopati

4. Comro dan Misro

Comro (oncom di jero) dan misro (amis di jero/gula merah di dalam) adalah camilan berbahan dasar singkong parut. Comro bercita rasa asin pedas, sedangkan misro manis legit.

Singkong sebagai sumber karbohidrat kompleks cukup populer di Jawa Barat. Singkong mengandung pati resisten yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kedua camilan ini sering dijual di pasar takjil menjelang magrib, terutama di Tasikmalaya dan Sukabumi.

Ilustrasi KaredokIlustrasi Karedok Foto: Getty Images/iStockphoto/Cavan Images

5. Lotek dan Karedok

Tak hanya camilan, warga Jawa Barat juga kerap memilih lotek atau karedok sebagai menu berbuka yang lebih berat. Lotek menggunakan sayuran rebus dengan bumbu kacang, sedangkan karedok memakai sayuran mentah.

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI (2020), konsumsi sayuran saat berbuka membantu memenuhi kebutuhan serat dan vitamin yang penting bagi metabolisme tubuh. Kombinasi sayur, kacang, dan lontong menjadikan menu ini cukup mengenyangkan namun tetap ringan bagi pencernaan.

Ilustrasi martabakIlustrasi martabak Foto: Getty Images/Rudi Kurnia Putra

6. Martabak

Martabak menjadi salah satu pilihan takjil yang cukup populer di Jawa Barat, terutama sebagai camilan berbuka yang ringan. Di berbagai kota seperti Bandung, Bogor, hingga Cirebon, martabak mudah ditemukan menjelang waktu magrib. Aromanya yang harum saat dimasak di atas wajan besar kerap menggoda siapa pun yang melintas.

Secara umum, martabak terbagi menjadi dua jenis, yakni martabak manis dan martabak telur. Martabak manis berbahan adonan tepung dengan tekstur tebal dan lembut, biasanya diisi cokelat, keju, kacang, atau gula, lalu dilipat dan dipotong-potong. Sementara itu, martabak telur berisi campuran telur, daun bawang, dan daging cincang yang dibungkus kulit tipis lalu digoreng hingga renyah.

Resep AwugResep Awug Foto: Getty Images

7. Awug

Awug merupakan salah satu kue tradisional khas Jawa Barat yang kerap hadir sebagai takjil saat Ramadan. Jajanan ini berbahan dasar tepung beras yang dikukus dan dicampur dengan gula merah, lalu disajikan dengan taburan kelapa parut. Bentuknya biasanya menyerupai kerucut atau dicetak dalam wadah anyaman bambu, memberi kesan tradisional yang kuat.

Proses pembuatannya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelatenan agar teksturnya pas. Tepung beras dibasahi hingga berbutir halus, kemudian dicampur gula merah serut dan dikukus hingga matang. Setelah itu, awug disajikan hangat dengan kelapa parut yang telah diberi sedikit garam untuk menambah rasa gurih.

Beragam takjil khas warga Jabar dengan cita rasa manis, gurih, ringan, hingga mengenyangkan siap menemani waktu berbuka. Dari semua pilihan itu, mana yang jadi favorit detikers?