Bandung –
Di balik kesan mewah dan harga tinggi, tidak semua makanan ternyata diterima di seluruh dunia. Ada sejumlah hidangan yang justru dilarang peredarannya di beberapa negara.
Di berbagai belahan dunia, makanan tidak hanya dinilai dari kelezatan atau tingkat popularitasnya. Pertimbangan kesehatan, kelestarian lingkungan, hingga persoalan etika kerap menjadi dasar pemerintah menetapkan larangan terhadap suatu produk pangan.
Akibatnya, makanan yang dianggap istimewa atau bernilai tinggi di satu negara bisa saja tidak diizinkan untuk dijual di negara lain. Menariknya, pelarangan tersebut tidak selalu berkaitan dengan bahaya bagi kesehatan.
Sebagian di antaranya dibatasi karena alasan perlindungan satwa, keamanan konsumen, hingga aturan ketat terkait bahan pangan. Contohnya seperti kaviar dan foie gras, dua makanan yang dikenal sebagai hidangan mewah, namun penyajiannya tidak diperbolehkan di sejumlah negara.
Berikut ini 7 makanan yang penyajiannya dibatasi dilansir dari Business Insider (19/3/2019):
1. Beluga Caviar
Kaviar beluga merupakan salah satu makanan paling mahal di dunia. Telur ikan dari spesies sturgeon beluga ini dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa yang kaya sehingga sering dianggap sebagai simbol kemewahan kuliner.
Namun di Amerika Serikat, impor kaviar beluga dari Laut Kaspia dilarang sejak 2005. Larangan ini diberlakukan karena populasi ikan sturgeon beluga menurun drastis akibat penangkapan berlebihan.
2. Cokelat M&M’s
Permen cokelat warna-warni yang ikonik ini populer di seluruh dunia. Namun pada 2016, penjualan M&M’s sempat dilarang di Swedia.
Alasannya bukan karena kandungannya, melainkan masalah merek dagang. Pengadilan di Swedia menilai kemasan dan konsep M&M’s terlalu mirip dengan produk cokelat lokal bernama “M” milik perusahaan Marabou.
3. Permen Karet
Permen karet menjadi salah satu produk yang paling terkenal dilarang di Singapura. Pada 1992, pemerintah negara tersebut melarang impor dan penjualan permen karet untuk menjaga kebersihan kota.
Saat itu, banyak permen karet yang dibuang sembarangan sehingga menempel di trotoar, kursi, hingga pintu kereta. Aturan tersebut kini sedikit dilonggarkan, misalnya untuk permen karet medis, yang dijual di apotek.
4. Haggis
Haggis adalah hidangan tradisional Skotlandia. Makanan ini dibuat dari campuran jeroan domba seperti hati, jantung, dan paru-paru, yang dimasak bersama rempah lalu dimasukkan ke dalam lambung domba.
Makanan yang populer di Inggris dan Skotlandia ini dilarang di Amerika Serikat sejak 1970-an. Alasannya karena regulasi pangan di AS melarang penggunaan paru-paru hewan dalam makanan manusia.
5. Foie Gras
Foie gras adalah hati bebek atau angsa yang dibuat melalui proses penggemukan khusus dengan metode pemberian makan paksa. Hidangan ini dikenal sebagai makanan mewah dalam kuliner Prancis.
Namun metode produksinya menuai kontroversi karena dianggap terlalu kejam terhadap hewan. Beberapa wilayah seperti negara bagian California di Amerika Serikat sempat melarang produksi dan penjualan foie gras karena alasan kesejahteraan hewan.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
6. Ikan Fugu
Ikan buntal Foto: Philip Fong/AFP/Getty Images |
Fugu adalah ikan buntal yang terkenal dalam kuliner Jepang. Hidangan ini sangat populer di negara asalnya, tetapi juga berbahaya karena mengandung racun tetrodotoxin yang mematikan.
Karena risikonya yang tinggi, banyak negara membatasi penyajian ikan fugu. Di Jepang sendiri, calon koki harus menjalani pelatihan selama bertahun-tahun untuk memastikan ikan ini aman dimakan.
7. Sirip Hiu
Sirip ikan hiu sering digunakan untuk membuat sup sirip hiu, hidangan yang dianggap mewah di beberapa budaya Asia. Namun praktik penangkapan hiu untuk mengambil siripnya memicu kritik secara global.
Metode yang disebut “finning” biasanya memotong sirip hiu lalu membuang tubuhnya kembali ke laut. Praktik tersebut yang membuat penjualan sirip hiu dilarang di setidaknya 12 negara bagian di Amerika Serikat serta dibatasi di berbagai negara lain.








