Kota Bandung tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner yang kaya dan beragam, tetapi juga memiliki keunggulan yang unik. Secara geografis, Kota Bandung berbentuk cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan vulkanik, sering disebut sebagai “Cekungan Bandung”. Kondisi alam ini menciptakan amfiteater alami yang memungkinkan pengunjung menikmati lanskap kota dari berbagai sudut ketinggian.
Bagi infoers yang mencari ketenangan atau pelepas penat sejenak dari rutinitas urban, kawasan dataran tinggi di Bandung Utara maupun Bandung Selatan menawarkan pengalaman visual dan kuliner yang memuaskan. Berikut adalah ulasan mengenai tujuh kafe yang menawarkan pemandangan 180 derajat Kota Bandung:
Alamat: Cikadut, Kec. Cimenyan
Jam Buka: 07.30-22.00 WIB
Berbeda dengan mayoritas wisatawan yang memadati kawasan Dago di utara, kawasan Bandung Selatan menyimpan pesona yang menarik. Nempoe Bandung, yang terletak di Cikadut, Kec. Cimenyan, menawarkan perspektif berbeda dalam menikmati lanskap Bandung. Berada di ketinggian yang menawarkan panorama luas, kafe ini menyuguhkan pemandangan lepas ke arah cekungan kota dari sisi selatan.
Desain tempat ini mengusung konsep terbuka yang memaksimalkan sirkulasi udara sejuk pegunungan. Pengunjung dapat menyaksikan hamparan sawah yang berundak sebelum pandangan jatuh pada siluet gedung-gedung tinggi di pusat kota yang tampak kecil dari kejauhan. Saat malam tiba, kerlip lampu kota dari arah selatan ini memberikan nuansa yang cenderung tenang. Menu andalan berupa kopi susu dan camilan tradisional seperti pisang goreng menjadi pendamping sempurna saat angin gunung mulai berhembus.
Alamat: Jalan Dago Pakar Utara, Ciburial
Jam Buka: 11.00-22.00 WIB (Weekday), 08.00-22.00 WIB (Weekend)
Kehadiran Imago Hills memberikan warna baru dengan sentuhan arsitektur modern yang minimalis namun tetap menyatu dengan alam. Terletak di Dago Pakar Utara, kafe ini dirancang dengan dek-dek bertingkat yang memungkinkan setiap pengunjung mendapatkan pemandangan tanpa terhalang.
Daya tarik utama Imago Hills adalah posisinya yang strategis menghadap langsung ke lembah. Pemandangan 180 derajat di sini mencakup jajaran bukit hijau di siang hari dan lautan cahaya kota di malam hari. Imago Hills juga sering menjadi pilihan utama bagi penggemar fotografi karena pencahayaan dan tata letak bangunan yang estetis. Bagi penggemar fotografi, momen matahari terbenam atau golden hour di lokasi ini menawarkan gradasi warna langit yang dramatis, berpadu kontras dengan hijaunya pepohonan pinus di sekitarnya.
Alamat: Cimenyan, Kec. Cimenyan
Jam Buka: 24 Jam
Berbeda dengan kafe-kafe kekinian yang serba minimalis, Gua Cafe Bandung menawarkan bangunan bernuansa Bali. Lokasinya yang tersembunyi di ketinggian Cimenyan menjadikan tempat ini destinasi favorit bagi para pemburu sunyi dan pecinta fotografi lanskap. Sesuai namanya, tempat ini memiliki elemen bebatuan yang menyerupai gua, memberikan atmosfer purba yang unik di tengah dinginnya udara pegunungan.
Karena beroperasi selama 24 jam, Gua Cafe Bandung menjadi lokasi primadona untuk menikmati kerlip lampu kota tanpa batasan waktu. Dari titik ini, hamparan lampu Kota Bandung terlihat seperti lautan cahaya yang luas yang digelar tepat di bawah kaki. Di sini juga tersedia area vila untuk menginap.
Alamat: Jalan Dago Pakar Utara Sekejolang, Ciburial
Jam Buka: 10.00-21.00 WIB (weekday), 09.00-22.00 WIB (weekend)
Terletak di kawasan Dago Pakar yang rimbun, Cafe D’Pakar mengintegrasikan konsep kuliner yang berpadu harmonis dengan lingkungan alam. Lokasi ini terkenal dengan meja-meja kayu yang disebar di antara pepohonan pinus dan tepi tebing yang aman. Keistimewaan D’Pakar terletak pada keseimbangan antara pemandangan hutan yang asri dan lanskap kota di kejauhan.
Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan beton perkotaan, tetapi juga barisan pegunungan Tangkuban Parahu dan Burangrang yang membentang. Suara gesekan daun pinus dan kicauan burung memberikan suasana yang menenangkan, sejalan dengan studi bahwa paparan alam dapat membantu mengurangi tingkat stres. Cafe D’Pakar menjadi representasi nyata bagaimana tata ruang kafe dapat berkontribusi pada relaksasi pengunjungnya melalui visual alam.
Alamat: Jl. Padasuka Atas Kampung Caringin 3 No.41, Cimenyan
Jam Buka: 09.00-23.00 WIB
Nama Caringin Tilu atau akrab disebut Cartil, sudah melegenda di kalangan warga lokal Bandung. Dapur Cartil adalah representasi dari kesederhanaan yang memikat. Berbeda dengan kafe-kafe modern yang menonjolkan desain industrial, Dapur Cartil mempertahankan nuansa tradisional saung (gubuk) Sunda yang hangat.
Kelebihan utama Cartil adalah jarak pandangnya yang terasa lebih dekat dengan kota, namun tetap cukup tinggi untuk mendapatkan sudut pandang 180 derajat. Detail lampu jalanan, pergerakan kendaraan di jalan layang Pasupati, hingga kerlip lampu pemukiman padat penduduk dapat diamati dengan jelas. Tempat ini menjadi favorit bagi mereka yang ingin menikmati makanan berat khas Sunda seperti nasi liwet dan ikan bakar sambil memandang gemerlap kota tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Alamat: Jl. Jatihandap No.138, Mandalamekar, Kec. Cimenyan
Jam Buka: 10.00-22.00 WIB (Weekday), 08.00-23.00 WIB (Weekend)
Beda Cerita Coffee hadir dengan konsep yang menyasar demografi lebih muda. Sesuai namanya, tempat ini didesain sebagai ruang sosial untuk bertukar cerita. Arsitekturnya didominasi kaca-kaca besar dan area rooftop terbuka yang menghadap langsung ke arah kota.
Saat cuaca cerah, Gunung Malabar di selatan Bandung pun dapat terlihat jelas, melengkapi bingkai panorama 180 derajat. Fasilitas yang nyaman dengan bean bag dan koneksi internet yang stabil menjadikan tempat ini juga populer sebagai lokasi bekerja dari kafe bagi para pekerja digital yang membutuhkan inspirasi visual untuk memicu produktivitas.
Alamat: Jl. Jatihandap, Mandalamekar, Kec. Cimenyan
Jam Buka: 15.00-22.00 WIB (Weekday), 10.00-22.00 WIB (Sabtu), 06.00-22.00 WIB (Minggu)
Terletak di atas 1200 mdpl, Cafe Senja mendedikasikan dirinya sebagai spot terbaik untuk menikmati transisi waktu dari sore ke malam. Lokasinya yang berada di lereng bukit memberikan keuntungan topografi berupa pandangan yang tidak terhalang ke arah barat, tempat matahari terbenam.
Daya tarik visual di Cafe Senja mencapai puncaknya pada pukul 17.30 hingga 18.30 WIB. Pada rentang waktu ini, langit Bandung sering kali menampilkan gradasi warna ungu, oranye, dan merah, sebelum akhirnya gelap malam mengambil alih dan lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu. Fenomena visual ini menciptakan suasana syahdu yang sangat istimewa. Cafe Senja menawarkan pengalaman sensorik yang lengkap: udara dingin, aroma kopi yang kuat, dan visual langit yang dramatis.
Demikian ulasan mengenai berbagai kafe yang menyuguhkan pemandangan 180 derajat Kota Bandung yang cocok dikunjungi untuk mencari ketenangan atau pelepas penat sejenak dari rutinitas perkotaan. Semoga membantu!







