7 Fakta Ari Wibowo Terhanyut dari Pulau Biawak ke Jepara

Posted on

Bandung

Pencarian nelayan asal Indramayu yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya menemukan titik terang. Setelah menjadi korban kecelakaan laut di Pulau Biawak, dia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Jepara, Jawa Tengah.

Lantas bagaimana kronologinya? Berikut faktanya:

Ditemukan Nelayan Jepara

Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana mengatakan bahwa jenazah tersebut ditemukan pada Senin (9/3/2026) di perairan Jepara. Korban ditemukan oleh nelayan setempat yang kemudian melapor ke pihak kepolisian.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan Basarnas Jawa Tengah, Sat Polairud Polres Jepara serta pihak RSUD Kartini Jepara, jenazah tersebut dikenali oleh pihak keluarga dari ciri-ciri yang ada pada tubuh korban,” kata Asep dalam keterangannya kepada, Rabu (11/3/2026).

Teridentifikasi Lewat Tato di Lengan Kiri

Korban diketahui bernama Ari Wibowo (23). Dia merupakan elayan yang berdomisili di Kelurahan Margadadi Blok Kalenyamin, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Korban bisa teridentifikasi lewat sejumlah ciri-ciri yang identik dengannya. Seperti dengan temuan ciri khusus berupa tato di tangan kiri, gelang di tangan kanan, serta pakaian yang dikenakan korban.

Jadi Korban Kecelakaan Laut

Asep menjelaskan Ari Wibowo merupakan salah satu dari empat nelayan yang hilang setelah perahu KM Almujib 6 GT yang mereka tumpangi tertabrak kapal tongkang bernomor lambung 3009 di Perairan Pulau Biawak, Indramayu, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, perahu nelayan itu mengangkut delapan orang kru. Dua orang berhasil selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan empat lainnya dilaporkan hilang, termasuk Ari Wibowo.

Kondisi Jenazah Korban Sudah Tak Bisa Dikenali

Tim SAR sebelumnya telah melakukan pencarian selama tujuh hari di Perairan Pulau Biawak hingga perbatasan Cirebon dan Jawa Tengah. Namun, korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya Basarnas Cirebon menerima informasi penemuan jenazah tanpa identitas di perairan Jawa Tengah yang kemudian dievakuasi ke RSUD Kartini Jepara.

“Kondisi jenazah masih dapat dikenali oleh keluarga dari tato, gelang, serta pakaian yang dikenakan korban,” ujar Asep.

Pencarian Sempat Diperluas

Setelah kejadian, Tim SAR gabungan sempat menyisir perairan sekitar Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, pada Senin (2/3/2026), untuk mencari empat awak KM Almujib yang belum ditemukan. Operasi hari kedua ini melibatkan empat unit kapal yang difokuskan pada area yang diprediksi menjadi titik pergeseran korban akibat terbawa arus laut.

Lokasi pencarian pun sempat diperluas mengikuti dinamika arus. Sebab dari pemetaan saat itu, para korban diduga terbawa ke arah timur dari titik awal kejadian dan berpotensi masuk wilayah perairan Cirebon.

7 Hari Penyisiran Tak Membuahkan Hasil

Operasi pencarian itu dimulai sejak Minggu (1/3/2026) dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur di lapangan.

Selama tujuh hari penyisiran, petugas belum berhasil menemukan keberadaan empat ABK KM Almujib yang dilaporkan hilang akibat insiden tabrakan kapal di wilayah perairan tersebut.

Operasi Pencarian Sempat Dihentikan

Hingga kemudian, petugas gabungan memutuskan untuk menutup proses pencarian pada Senin, 9 Maret 2026. Mediasi dengan keluarga pun dilakukan, khusus terhadap empat ABK KM Almujib.

Pertemuan dengan keluarga korban saat itu dilakukan untuk menyampaikan perkembangan hasil pencarian yang telah dilakukan secara maksimal selama sepekan terakhir. Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga meminta pengertian dari keluarga terkait keputusan penghentian operasi yang belum berhasil menemukan para korban.