6 Tradisi Budaya Mapag Ramadan 2026 di Kabupaten Ciamis

Posted on

Ciamis

Bulan suci Ramadan 2026 tinggal menghitung hari. Di Kabupaten Ciamis, datangnya bulan penuh berkah ini tak sekadar disambut dengan persiapan ibadah, tetapi juga dirayakan lewat berbagai tradisi budaya yang sarat makna.

Tradisi-tradisi ini dikenal sebagai upacara mapag Ramadan, wujud rasa syukur sekaligus doa agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

Setiap tahun, masyarakat di sejumlah desa di Ciamis rutin menggelar tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh leluhur. Selain menjaga nilai budaya, tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi, gotong royong, hingga refleksi diri menjelang Ramadan.

Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis mencatat, setidaknya ada enam tradisi budaya yang akan digelar masyarakat menjelang Ramadan 2026. Tradisi-tradisi tersebut bahkan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelajar dan generasi muda untuk mengenal kearifan lokal daerahnya.

Kepala Disbudpora Ciamis Dian Budiyana menyambut positif pelaksanaan tradisi-tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan mapag Ramadan bukan hanya soal ritual, tetapi juga sarat nilai edukasi dan spiritual.

“Intinya bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membersihkan diri. Ada introspeksi, membersihkan hati dari sifat-sifat buruk agar siap menjalani ibadah puasa,” ujar Dian, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, tradisi mapag Ramadan juga memperkuat nilai gotong royong dan silaturahmi di tengah masyarakat. Warga saling bertemu, saling memaafkan, dan mempererat hubungan sosial sebelum memasuki bulan puasa.

“Momentum ini biasanya dimanfaatkan untuk saling bersilaturahmi dan meminta maaf, sehingga ketika Ramadan tiba, masyarakat sudah merasa lebih ringan dan bersih secara batin,” katanya.

Lebih jauh, Dian menegaskan tradisi tersebut merupakan warisan berharga dari para leluhur dan ulama terdahulu. Keberadaannya menjadi bukti perjalanan panjang peradaban di Ciamis yang hingga kini masih terjaga.

“Tidak akan ada peradaban hari ini tanpa perjuangan para leluhur dan ulama di masa lalu. Tradisi, peninggalan sejarah, dan ritual yang masih dilestarikan ini pada dasarnya adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tak heran jika Ciamis dikenal sebagai daerah yang kaya akan peninggalan sejarah, mulai dari masa prasejarah hingga era kerajaan. Menjelang Ramadan, kekayaan budaya itu kembali hidup lewat berbagai ritual adat yang digelar di sejumlah titik.

Disbudpora berharap seluruh rangkaian tradisi mapag Ramadan ini dapat berjalan lancar sesuai tujuan, sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal.

“Yang paling terasa, semangat gotong royong di Ciamis masih sangat kuat. Bahkan terus meningkat. Ini yang harus kita jaga bersama,” pungkas Dian.

Berikut 6 Tradisi Budaya Jelang Ramadan di Ciamis 2026 yang dijadwalkan akan digelar di Bulan Februari:

Nyepuh Ciomas – 4 Februari 2026

Tradisi Nyepuh digelar di Situs Geger Emas, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu. Dalam tradisi ini, masyarakat melakukan ziarah ke makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Ciomas, Panjalu. Melalui Nyepuh, warga berharap dapat meneladani nilai-nilai keteladanan para pendahulu, sekaligus memperkuat sikap saling menghormati dan kebersamaan. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan hingga kini masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat.

Misalin Cimaragas – 8 Februari 2026

Tradisi Misalin digelar di Situs Bojonggaluh Salawe, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan rutin dilaksanakan oleh komunitas adat Kawargian Galuh Salawe. Misalin dimaknai sebagai prosesi penyucian diri, lahir dan batin, sebagai bentuk persiapan spiritual masyarakat sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Ngikis Karangkamulyan – 9 Februari 2026

Tradisi Ngikis digelar di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Tradisi ini telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Karangkamulyan menjelang bulan suci Ramadan. Adat Ngikis menjadi wujud penghormatan kepada para leluhur, sekaligus dimaknai sebagai prosesi pensucian diri dan memagar hati supaya terjaga dari perbuatan yang tidak baik sebelum menjalani ibadah puasa.

Merlawu Susuru Kertabumi – 9 Februari 2026

Tradisi Merlawu digelar di Situs Prabu Dimuntur, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Prosesi adat ini biasanya dilaksanakan dalam tiga tahapan. Diawali dengan ziarah ke makam Prabu Dimuntur, dilanjutkan dengan membacakan sejarah atau penuturan kisah leluhur, kemudian ditutup dengan balaecrakan, yakni makan bersama sebagai simbol kebersamaan. Tradisi Merlawu menjadi sarana masyarakat untuk menghormati para leluhur sekaligus mempererat kerukunan, keakraban, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Tradisi Merlawu di CiamisTradisi Merlawu di Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/

Ngikis Gunung Padang – 12 Februari 2026

Tradisi Ngikis di Situs Gunung Padang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, dilakukan dengan kegiatan bebersih lingkungan situs yang dilanjutkan dengan doa bersama. Tradisi ini menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap situs bersejarah sekaligus sarana memanjatkan doa agar diberi kelancaran dan keselamatan dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Nadran Manguntapa – 15 Februari 2026

Tradisi Nadran digelar di Situs Ki Manguntapa, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat bersama para pegiat budaya lokal. Selain menjadi ajang silaturahmi, tradisi Nadran diisi dengan kegiatan bebersih makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya merawat warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.