Alun-alun Ciamis atau yang dikenal sebagai Taman Raflesia menjadi salah satu ikon Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Berada tepat di jantung kota, kawasan ini tak pernah sepi dari aktivitas warga. Mulai dari berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga sekadar duduk menikmati suasana sore, semuanya bisa dilakukan di ruang terbuka hijau seluas sekitar tiga hektare ini.
Di sekitar Alun-alun Ciamis berdiri sejumlah bangunan penting, seperti Masjid Agung Ciamis, Pendopo Bupati, kantor DPRD Ciamis, hingga kantor pos. Tak heran jika kawasan ini menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat Tatar Galuh sekaligus tempat rekreasi yang terjangkau dan ramah bagi semua kalangan.
Kawasan Alun-alun Ciamis memiliki nilai sejarah yang panjang. Dahulu, area ini merupakan lahan kosong setelah pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dipindahkan. Pada masa kepemimpinan RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu (1839-1886), pembangunan besar-besaran dilakukan di Ciamis yang saat itu menjadi ibu kota Kabupaten Galuh.
Sejumlah bangunan bersejarah mulai berdiri, seperti Gedung Kabupaten yang kini digunakan sebagai gedung DPRD Ciamis, bangunan Asisten Residen Galuh yang sekarang menjadi Pendopo Bupati, hingga Masjid Agung, tangsi militer, dan penjara. Seiring waktu, di bagian bawah kawasan tersebut berkembang pasar tradisional.
Pada masa pemerintahan Bupati Ciamis Taufik Hidayat (1988-1993), pasar tradisional itu dipindahkan ke lokasi baru. Pemerintah daerah kemudian melakukan penataan kota, dan lahan bekas pasar tersebut diubah menjadi Taman Raflesia atau Alun-alun Ciamis seperti yang dikenal saat ini.
Selain menikmati suasana Alun-alun, wisatawan juga bisa menjelajahi sejumlah destinasi menarik yang lokasinya tak jauh dari pusat kota. Berikut enam destinasi wisata alternatif dekat Alun-alun Ciamis yang bisa dikunjungi.
Situs Jambansari merupakan salah satu lokasi bersejarah di kawasan perkotaan Ciamis. Di tempat ini terdapat makam Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu. Situs ini dikenal memiliki nilai spiritual tersendiri sehingga kerap didatangi peziarah dari berbagai daerah.
Pada momen politik tertentu, seperti pemilu, jumlah pengunjung biasanya meningkat. Para peziarah datang untuk berziarah, bertawasul, berzikir, dan berikhtiar sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Kanjeng Prebu dikenal sebagai pemimpin yang berjasa besar dalam pembangunan Kabupaten Galuh sekaligus tokoh yang berperan dalam siar Islam. Ia memimpin Galuh pada masa kolonial Belanda.
Lokasi Situs Jambansari sangat mudah dijangkau karena berada di pusat kota Ciamis, sekitar 900 meter dari Alun-alun. Selain berziarah dan belajar sejarah, pengunjung juga bisa berfoto hingga piknik atau makan bersama. Tersedia beberapa kantin, dan tidak ada tiket masuk alias gratis.
Museum Galuh Pakuan menjadi destinasi wisata edukasi yang menyimpan berbagai pusaka dan peninggalan Kerajaan dan Bupati Galuh. Museum ini berdiri di bekas Keraton Selagangga dan menyimpan koleksi berharga seperti keris, tombak, gong, arca, hingga artefak dari zaman batu sampai masa Islam.
Museum ini juga berfungsi sebagai penjaga warisan Bupati Galuh ke-16, RAA Kusumadiningrat. Selain sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya, Museum Galuh Pakuan menjadi simbol kebesaran masa lalu Ciamis.
Berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, jaraknya sekitar satu kilometer dari Alun-alun Ciamis. Museum ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki dan kendaraan, dan sangat cocok dikunjungi pelajar dan wisatawan yang ingin mengenal sejarah Galuh lebih dekat.
Bagi yang ingin berkeliling kota dengan cara berbeda, Bus Wisata Gatrik atau Galuh Tour Kota Klasik bisa menjadi pilihan. Bus wisata klasik milik Pemerintah Kabupaten Ciamis ini mengajak wisatawan menyusuri sudut-sudut kota sambil mengenal sejarah dan budaya Galuh dengan nuansa tempo dulu.
Perjalanan dipandu oleh pemandu wisata dan dikenakan tarif yang sangat terjangkau, sekitar Rp 10.000 per orang untuk city tour. Bus ini beroperasi dari Tourist Information Center (TIC) Ciamis yang berlokasi di Jalan RAA Sastrawinata, tepatnya di dekat kawasan Islamic Center Ciamis, dengan jarak sekitar 2,8 kilometer dari Alun-alun.
Taman Lokasana menjadi salah satu ruang terbuka favorit warga Ciamis. Berjarak sekitar 1 kilometer dari Alun-alun, taman ini cocok dikunjungi bersama keluarga. Selain nyaman untuk bersantai, Taman Lokasana juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi swafoto.
Namun, daya tarik utamanya terletak pada fasilitas olahraga. Banyak warga memanfaatkan taman ini untuk jogging dan aktivitas fisik lainnya, terutama pada pagi dan sore hari.
Di tengah perkotaan Ciamis, terdapat destinasi menarik yang belum banyak diketahui, yakni Cileueur River Walk. Kawasan ini berada di bantaran Sungai Cileueur, tepatnya di antara Kelurahan Maleber dan Kelurahan Ciamis.
Dulu, kawasan ini dikenal sebagai daerah kumuh. Namun, pada tahun 2021, pemerintah pusat melakukan penataan dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Kini, Cileueur River Walk tampil lebih estetis dan nyaman.
Tersedia dua titik ruang terbuka yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Trek jogging yang cukup panjang menjadikan tempat ini favorit bagi pecinta olahraga. Fasilitas toilet dan warung warga juga tersedia, sehingga cocok dijadikan tempat healing murah meriah.
Pengunjung dapat mengakses Cileueur River Walk secara gratis melalui beberapa pintu masuk, seperti dari Jembatan Maleber atau gang-gang di Lingkungan Janggala dan Maleber. Kendaraan roda dua bisa masuk langsung, sementara kendaraan roda empat bisa diparkir di pinggir jalan atau di kawasan Alun-alun Ciamis yang jaraknya hanya beberapa puluh meter.
Taman Hutan Kota Cigembor menjadi ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota Ciamis. Dengan banyak pepohonan rindang dan udara yang sejuk, tempat ini menjadi favorit warga untuk berolahraga dan bersantai.
Selain jalur jogging, suasana alami yang ditawarkan menjadikan Taman Hutan Kota Cigembor sebagai destinasi alternatif untuk menikmati alam di tengah kota. Lokasinya berjarak sekitar 2,4 kilometer dari Alun-alun Ciamis, atau sekitar lima menit perjalanan menggunakan kendaraan.
Situs Jambansari
Museum Galuh Pakuan
Bus Wisata Gatrik di Tourist Information Center
Taman Lokasana
Cileueur River Walk
Taman Hutan Kota Cigembor
Bagi yang ingin berkeliling kota dengan cara berbeda, Bus Wisata Gatrik atau Galuh Tour Kota Klasik bisa menjadi pilihan. Bus wisata klasik milik Pemerintah Kabupaten Ciamis ini mengajak wisatawan menyusuri sudut-sudut kota sambil mengenal sejarah dan budaya Galuh dengan nuansa tempo dulu.
Perjalanan dipandu oleh pemandu wisata dan dikenakan tarif yang sangat terjangkau, sekitar Rp 10.000 per orang untuk city tour. Bus ini beroperasi dari Tourist Information Center (TIC) Ciamis yang berlokasi di Jalan RAA Sastrawinata, tepatnya di dekat kawasan Islamic Center Ciamis, dengan jarak sekitar 2,8 kilometer dari Alun-alun.
Taman Lokasana menjadi salah satu ruang terbuka favorit warga Ciamis. Berjarak sekitar 1 kilometer dari Alun-alun, taman ini cocok dikunjungi bersama keluarga. Selain nyaman untuk bersantai, Taman Lokasana juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi swafoto.
Namun, daya tarik utamanya terletak pada fasilitas olahraga. Banyak warga memanfaatkan taman ini untuk jogging dan aktivitas fisik lainnya, terutama pada pagi dan sore hari.
Di tengah perkotaan Ciamis, terdapat destinasi menarik yang belum banyak diketahui, yakni Cileueur River Walk. Kawasan ini berada di bantaran Sungai Cileueur, tepatnya di antara Kelurahan Maleber dan Kelurahan Ciamis.
Dulu, kawasan ini dikenal sebagai daerah kumuh. Namun, pada tahun 2021, pemerintah pusat melakukan penataan dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Kini, Cileueur River Walk tampil lebih estetis dan nyaman.
Tersedia dua titik ruang terbuka yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Trek jogging yang cukup panjang menjadikan tempat ini favorit bagi pecinta olahraga. Fasilitas toilet dan warung warga juga tersedia, sehingga cocok dijadikan tempat healing murah meriah.
Pengunjung dapat mengakses Cileueur River Walk secara gratis melalui beberapa pintu masuk, seperti dari Jembatan Maleber atau gang-gang di Lingkungan Janggala dan Maleber. Kendaraan roda dua bisa masuk langsung, sementara kendaraan roda empat bisa diparkir di pinggir jalan atau di kawasan Alun-alun Ciamis yang jaraknya hanya beberapa puluh meter.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Taman Hutan Kota Cigembor menjadi ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota Ciamis. Dengan banyak pepohonan rindang dan udara yang sejuk, tempat ini menjadi favorit warga untuk berolahraga dan bersantai.
Selain jalur jogging, suasana alami yang ditawarkan menjadikan Taman Hutan Kota Cigembor sebagai destinasi alternatif untuk menikmati alam di tengah kota. Lokasinya berjarak sekitar 2,4 kilometer dari Alun-alun Ciamis, atau sekitar lima menit perjalanan menggunakan kendaraan.







