Cianjur –
Kasus pengeroyokan kurir di Cianjur bernama Abdul Qudus (24) kini ditangani kepolisian. Korban mengalami luka parah hingga bersimbah darah. Tiga pelaku kini berhasil diamankan polisi.
Pengeroyokan tersebut dipicu masalah pengiriman paket dan pembayaran dengan sistem bayar di tempat atau Cash on Delivery (COD) di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Kamis (29/1).
Berikut fakta-fakta dalam kejadian ini:
Ditangkap Polisi
Kapolsek Tanggeung AKP Dedi Suryaman mengatakan, usai menerima laporan resmi dari korban dan melakukan penyelidikan, polisi menetapkan tiga orang tersangka.
“Kami tetapkan tiga orang tersangka yakni RZ (19), AR (18), dan NR (28),” ujar dia.
Satu Pelaku Sempat Melarikan Diri
Menurut Dedi, dua pelaku ditangkap di rumahnya pada Kamis (29/1) sore. Sementara itu, satu pelaku lainnya diamankan pada malam harinya.
“Untuk dua tersangka yakni RZ dan AR diamankan di rumahnya. Sedangkan NR sempat melarikan diri, tapi berhasil kami tangkap. Jadi total tiga pelaku sudah ditangkap,” kata dia.
Pelaku Tersinggung oleh Pesan Korban
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa aksi pemukulan tersebut terjadi karena pelaku tersinggung usai korban mengirim pesan kepada ibunya terkait paket COD.
“Ibu pelaku ini memesan paket COD. Tapi tidak ada orang di rumah. Korban kemudian mengirim pesan melalui WhatsApp, tetapi malah dianggap menyinggung oleh keluarga pelaku. Hingga akhirnya para pelaku melakukan tindak penganiayaan terhadap korban,” kata dia.
Kesaksian Teman Korban
Muhammad Aang (26), rekan korban, menceritakan kejadian bermula saat korban mengantarkan paket COD ke Kampung Cinangka. Namun, pemesan paket tidak berada di rumah sehingga transaksi batal dilakukan.
“Karena tidak ada di rumah (pemesan paket), teman saya mengingatkan agar lain kali uang untuk bayar paketnya dititip ke yang ada di rumah, sehingga transaksi bisa dilakukan meskipun pemesan sedang tidak ada,” kata dia.
Namun, ucapan tersebut justru membuat pelaku tersinggung. Pelaku kemudian mengajak empat kerabatnya untuk mencegat dan menganiaya kurir malang itu.
“Perkataan teman saya yang mengingatkan agar uang disiapkan atau dititipkan itu malah disalahartikan. Saat rekannya mengantarkan paket ke rumah yang berdekatan dengan tempat tinggal pelaku, ia langsung dihampiri oleh pelaku dan empat saudaranya,” tuturnya.
Pelaku Langsung Keroyok Korban Tanpa Basa-basi
Menurut Aang, para pelaku tanpa basa-basi langsung mengeroyok korban yang saat itu tengah duduk di atas sepeda motornya.
“Korban masih di atas motor yang penuh dengan paket. Tiba-tiba langsung dipukuli. Sampai ada luka robek di kepala. Sehingga korban bersimbah darah. Bahkan darahnya bercucuran ke paket yang tertumpuk di depan jok sepeda motornya,” ungkap Aang.
Korban sempat melarikan diri ke gudang paket untuk menyelamatkan diri. Melihat kondisi korban, rekan-rekan sesama kurir segera memberikan pertolongan pertama dengan membalut luka di kepalanya.
“Kebetulan saya masih di gudang, mau berangkat antar paket. Tapi tidak jadi karena lihat teman saya bersimbah darah. Setelah kepalanya diperban, kami langsung bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut dan visum,” katanya.
Rumah Pelaku Sempat Digeruduk Rekan Korban
Aang menambahkan, beberapa rekan kurir sempat mendatangi rumah pelaku untuk meminta klarifikasi. “Katanya dari lima orang yang mendatangi, ada tiga orang yang mengeroyok korban. Alasannya tersinggung dengan ucapan korban,” jelasnya.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif karena luka robek yang dideritanya harus dijahit. Pihak rekan korban memastikan akan terus mendampingi proses hukum di kepolisian setelah kondisi korban stabil.
