Kuningan –
Sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan dilanda bencana akibat hujan deras yang melanda pada Rabu (11/2/2026). Hujan deras tersebut menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu memaparkan bahwa akibat hujan deras tersebut menyebabkan Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan terendam banjir sejak sore sekitar pukul 18.00 WIB. Indra mengatakan banjir tersebut disebabkan karena sungai Cijurai meluap hingga merendam 4 dusun di Desa Andamui dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter.
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat aliran air sungai yang meluap melewati jembatan dan perumahan warga. Air juga terlihat merendam lapangan sepak bola dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun, banjir tersebut menyebabkan 110 rumah terendam dan 3 unit rumah rusak serta satu orang keluarga mengungsi karena rumah rusak. Banjir tersebut baru surut sekitar pukul 23.30 WIB.
“Curah hujan tinggi hingga menyebabkan sungai cijurai meluap ke pemukiman di 4 Dusun Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru. Sekarang Air luapan sungai Cijurai sudah surut dan masyarakat bersama aparat sedang membersihkan material lumpur. Satu keluarga mengungsi di rumah saudaranya di desa yang sama. Kondisi sekarang, 110 rumah yang terendam sudah kembali normal,” tutur Indra, Kamis (12/2/2026).
Selain di Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru. Hujan deras juga membuat sungai Cikoro meluap dan menyebabkan banjir di dua dusun di Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan pada pukul 19.00 WIB dan baru surut sekitar pukul 00.05 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa sebanyak 50 rumah terendam air dengan ketinggian 80 meter hingga 1 meter.
Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi dan Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana. Hingga sekarang pihaknya sendiri masih mendata jumlah kejadian bencana yang diakibatkan hujan deras semalam.
Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati akan bencana karena kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda Kabupaten Kuningan beberapa hari terakhir.
“Sementara baru dua titik yang sudah diasesmen. Sisanya on proses. Menghimbau juga kepada semua masyarakat agar waspada dan berhati-hati dalam menghadapi musim hujan serta segera melaporkan apabila ada kejadian,” pungkas Indra.







