Penderita gangguan ginjal perlu memperhatikan setiap makanan yang masuk ke tubuh. Bukan hanya makanan asin atau olahan, sejumlah bahan pangan yang dikenal sehat pun bisa memberi beban tambahan pada ginjal karena kandungan natrium, kalium, dan fosfornya yang cukup tinggi.
Ginjal sendiri bekerja tanpa henti menyaring darah, membuang sisa metabolisme melalui urine, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur kadar elektrolit. Jika fungsinya menurun, kemampuan ginjal mengatur mineral dan limbah dapat terganggu.
Itulah sebabnya pola makan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ginjal tetap stabil. Memilih makanan yang tepat dapat membantu memperlambat progres penyakit, sementara konsumsi yang salah justru berisiko memperparah keluhan.
Meski begitu, kebutuhan setiap pasien bisa berbeda. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum menentukan batasan harian.
Berikut beberapa makanan yang selama ini dianggap menyehatkan, namun perlu dibatasi konsumsi bagi penderita gangguan ginjal yang dilansir infoFood yang dikutip dari Healthline.
Alpukat dikenal sebagai sumber lemak baik, serat, dan antioksidan. Namun buah ini juga memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Rata-rata satu buah alpukat mengandung sekitar 690 mg kalium, jumlah yang bisa terlalu besar bagi seseorang yang disarankan membatasi mineral tersebut.
Penderitanya tetap boleh mengonsumsi alpukat, namun dalam porsi kecil, misalnya seperempat buah. Penyesuaian jumlah sebaiknya mengikuti rekomendasi ahli gizi yang menangani.
Roti gandum sering dipilih karena tinggi serat, namun bagi pasien gangguan ginjal, kandungan fosfor dan kaliumnya perlu diperhatikan. Semakin banyak biji utuh pada roti, semakin tinggi pula kedua mineral itu.
Sebagai gambaran, satu potong roti gandum utuh (36 g) mengandung sekitar 76 mg fosfor dan 90 mg kalium. Roti putih biasa memiliki kadar yang lebih rendah. Selain itu, banyak produk roti juga mengandung natrium dalam jumlah signifikan, sehingga perlu dibatasi bagi penderita penyakit ginjal.
Pisang termasuk buah yang tinggi kalium. Satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 422 mg kalium. Pada pasien yang harus menurunkan asupan kalium, konsumsi pisang tentu perlu dibatasi.
Sebagian buah tropis lain pun memiliki kadar kalium yang cukup tinggi. Jika membutuhkan alternatif, nanas bisa menjadi pilihan karena kandungan kaliumnya relatif lebih rendah.
Susu sapi dan olahannya kaya kalsium, vitamin, dan protein. Namun susu juga merupakan sumber fosfor dan kalium, dua mineral yang perlu dikontrol oleh penderita gangguan ginjal. Dalam satu cangkir susu murni (240 mL), terdapat sekitar 205 mg fosfor dan 322 mg kalium.
Mengonsumsi terlalu banyak susu dapat memicu penumpukan limbah protein sekaligus berisiko mengganggu kesehatan tulang pada pasien penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, sebagian pasien perlu membatasi asupannya sesuai rekomendasi medis.
Tomat menawarkan banyak nutrisi penting, mulai dari vitamin C, likopen, folat, hingga vitamin K1. Namun tomat juga merupakan sumber kalium yang tidak kecil. Satu cangkir saus tomat (245 g) saja bisa mengandung sekitar 728 mg kalium.
Untuk mengurangi asupan kalium, penderita bisa mengganti penggunaan saus tomat dengan saus paprika panggang yang memiliki rasa mirip namun kandungan kalium lebih rendah.
Artikel ini telah tayang di infoFood. Baca selengkapnya
1. Alpukat
2. Roti Gandum
3. Pisang
4. Produk Susu Sapi
5. Tomat
Pisang termasuk buah yang tinggi kalium. Satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 422 mg kalium. Pada pasien yang harus menurunkan asupan kalium, konsumsi pisang tentu perlu dibatasi.
Sebagian buah tropis lain pun memiliki kadar kalium yang cukup tinggi. Jika membutuhkan alternatif, nanas bisa menjadi pilihan karena kandungan kaliumnya relatif lebih rendah.
Susu sapi dan olahannya kaya kalsium, vitamin, dan protein. Namun susu juga merupakan sumber fosfor dan kalium, dua mineral yang perlu dikontrol oleh penderita gangguan ginjal. Dalam satu cangkir susu murni (240 mL), terdapat sekitar 205 mg fosfor dan 322 mg kalium.
Mengonsumsi terlalu banyak susu dapat memicu penumpukan limbah protein sekaligus berisiko mengganggu kesehatan tulang pada pasien penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, sebagian pasien perlu membatasi asupannya sesuai rekomendasi medis.
Tomat menawarkan banyak nutrisi penting, mulai dari vitamin C, likopen, folat, hingga vitamin K1. Namun tomat juga merupakan sumber kalium yang tidak kecil. Satu cangkir saus tomat (245 g) saja bisa mengandung sekitar 728 mg kalium.
Untuk mengurangi asupan kalium, penderita bisa mengganti penggunaan saus tomat dengan saus paprika panggang yang memiliki rasa mirip namun kandungan kalium lebih rendah.
Artikel ini telah tayang di infoFood. Baca selengkapnya
3. Pisang
4. Produk Susu Sapi
5. Tomat
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.







