5 Fakta Sejarah Isra Miraj yang Jarang Diketahui Umat Islam

Posted on

Peristiwa Isra Miraj menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang sangat luar biasa dan menjadi bukti mukjizat agung yang diturunkan Allah SWT pada Nabi Muhammad SAW. Dalam peristiwa tersebut Nabi Muhammad SAW mampu menempuh perjalanan lintas ruang dan langit hanya dalam satu malam.

Kebenaran adanya perjalanan ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:
سُبْحٰنَ الَّذِیْۤ اَسْرٰی بِعَبْدِهٖ لَیْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَی الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِیْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِیَهٗ مِنْ اٰیٰتِنَا ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِیْعُ الْبَصِیْرُ

Latin: Subhaanalladzii asraa bi’abdihi lailam minal-masjidil-haraami ilal-masjidil-aqsaa-ladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa, innahu huwas-samii’ul-bashiir.

Artinya: “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Peristiwa yang melampaui nalar manusia itu kemudian membawa risalah fundamental bagi umat islam yang digunakan sampai saat ini sebagai bentuk keimanan. Namun, dibalik itu ada beberapa fakta sejarah yang jarang diketahui mengenai malam Isra Miraj, berikut adalah rangkumannya.

Malaikat Jibril diperintahkan oleh Allah SWT untuk membelah dada Nabi ketika Nabi berada di Hijr Ismail. Hatinya diambil dan dicuci dengan air zamzam di dalam bejana emas yang penuh hikmah dan iman. Hal itu dilakukan untuk membersihkan hati Nabi dari segala potensi sifat buruk sebelum menempuh perjalanan agung tersebut.

Menurut kajian hadis yang dibahas oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, selain pada malam Isra Mi’raj peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa kali selama masa hidup Nabi. Diantaranya adalah saat Nabi masih kecil (di perkampungan Bani Sa’ad), menjelas usia taklif, dan pada usia 40 tahun ketika Nabi menerima wahyu kenabian.

Pembersihan ini menjadi simbol penyucian spiritual yang menandakan kesiapan Nabi dalam menerima amanah besar yang akan berdampak pada umat akhir zaman.

Buraq menjadi kendaraan yang digunakan Nabi ketika menempuh perjalanan Isra Miraj. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Buraq dideskripsikan dengan bentuk yang lebih besar dari keledai namun lebih dari kuda, dengan langkah secepat kilat.

Setibanya di Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad memimpin shalat bagi para ruh Nabi dan Rasul terdahulu. Sesaat setelah melaksanakan Shalat, Nabi disuguhkan tiga pilihan minuman yang berbeda (khamr,madu, dan susu) lalu Nabi memilih untuk meminum susu.

Pilihan ini kemudian ditafsirkan sebagai tanda bahwa Islam merupakan agama yang fitrah. Fitrah yang dimaksud adalah selaras dengan naluri dan kebutuhan dasar manusia. Tidak ada satu pun dari Islam yang bertentangan dengan tabiat asli manusia.

Inti penting yang diwariskan dari peristiwa Isra Miraj adalah penetapan kewajiban Shalat lima waktu. Berbeda dari syariat lain yang diturunkan melalui wahyu di bumi, perintah shalat diberikan langsung pada Nabi lewat mukjizat peristiwa Isra Miraj.

Di fase Miraj, Nabi dinaikkan menuju langit dan di setiap lapisan langit Nabi Muhammad bertemu dengan para Nabi terdahulu. Sesampainya di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad menerima perintah Shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam.

Namin, saat turun dan bertemu Nabi Musa AS di langit keenam, beliau disarankan untuk memohon keringanan karena dirasa akan memberatkan umat akhir zaman. Kemudian Rasulullah menghadap Allah berulang kali hingga ketetapan Sholat diringankan menjadi lima waktu.

Sepulangnya dari perjalanan, Nabi mengabarkan peristiwa Isra Mi’raj pada penduduk Makkah. Alih-alih percaya, justru mereka menganggap Nabi berbohong dan malah mengejeknya. Dari banyaknya penduduk Makkah yang meragukan cerita Nabi, Abu Bakar menjadi orang yang membenarkan tanpa ragu.

Sikap inilah yang menjadi dasar pemberian gelar ash-shiddiq, yang memiliki arti ‘yang selalu membenarkan’ pada Abu Bakar. Nilai ini menjadi teladan penting tentang kepercayaan.

Demikian rangkuman mengenai fakta menarik dibalik peristiwa Isra Mi’raj, semoga artikel ini dapat membantu infoers untuk lebih memahami makna di balik perayaan Isra Mi’raj.

1. Pembersihan Dada Nabi

2. Kendaraan Buraq

3. Nabi Memilih Meminum Susu

4. Penetapan Shalat

5. Gelar Ash-Shiduq bagi Abu Bakar