Bandung –
Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Tak sedikit muslim yang menargetkan khatam Al-Qur’an setidaknya satu kali selama Ramadhan, bahkan ada pula yang berusaha lebih dari itu demi meraih keutamaan yang berlipat ganda.
Mengkhatamkan Al-Qur’an memang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan pengelolaan waktu yang baik. Namun dengan metode yang tepat, target tersebut bukanlah hal yang mustahil. Apalagi, Ramadhan sendiri termasuk waktu terbaik untuk berinteraksi lebih intens dengan Al-Qur’an, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Bahkan dalam sejumlah riwayat, hari-hari tertentu seperti hari Arafah, hari Jumat, hari Senin dan Kamis, awal bulan Dzulhijjah, sepuluh hari terakhir Ramadhan, hingga bulan Ramadhan secara keseluruhan disebut sebagai waktu yang utama untuk mengkhatamkan Al-Qur’an.
Ilustrasi Alquran, mengaji ayat Al-qur’an. Foto: Ali Burhan/Unsplash |
Lalu, bagaimana cara agar khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan bisa tercapai dengan lebih mudah dan terukur? Berikut lima metode yang bisa diterapkan, lengkap dengan tips praktisnya.
1. Metode One Day One Juz
Metode paling populer dan sederhana adalah membaca satu juz per hari. Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, sementara bulan Ramadhan berlangsung selama 29 atau 30 hari. Artinya, jika konsisten membaca satu juz setiap hari, target khatam Al-Qur’an dapat tercapai tepat di akhir Ramadhan.
Satu juz umumnya terdiri dari sekitar 10-11 lembar atau 20-22 halaman, tergantung mushaf yang digunakan. Metode ini cocok bagi mereka yang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an secara rutin.
Tipsnya:
Tentukan waktu membaca yang paling nyaman, misalnya setelah Subuh atau sebelum tidur.
Gunakan mushaf khataman yang sudah terbagi per juz agar lebih terukur.
Jangan menunda bacaan hingga larut malam agar tidak kelelahan.
2. Metode 11 Lembar atau 22 Halaman per Hari
Bagi yang lebih nyaman membaca berdasarkan jumlah halaman, metode ini bisa menjadi pilihan. Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia yang dicetak oleh Kementerian Agama memiliki total 604 halaman. Jika dibagi dalam 29 hari, maka target bacaan harian sekitar 21-22 halaman atau 11 lembar.
Bacaan ini bisa dibagi ke dalam beberapa sesi agar tidak terasa berat.
Tipsnya:
Bagi bacaan ke lima waktu sholat atau waktu luang lainnya.
Gunakan penanda halaman agar progres bacaan mudah dipantau.
Manfaatkan waktu istirahat atau perjalanan dengan Al-Qur’an kecil atau aplikasi digital.
Ilustrasi mengaji ayat Alquran. Al-qur’an. Foto: Freepik |
3. Metode Satu Juz Dibagi Lima Waktu Sholat
Jika membaca satu juz sekaligus terasa berat, bacaan bisa dibagi menjadi lima bagian dan dibaca setelah setiap sholat fardhu. Misalnya, satu juz berisi 10 lembar, maka cukup membaca dua lembar setiap selesai sholat.
Cara ini efektif karena bacaan menjadi ringan, konsisten, dan terintegrasi langsung dengan rutinitas ibadah harian.
Tipsnya:
Biasakan langsung membaca setelah sholat sebelum beranjak dari tempat duduk.
Tetapkan target minimal agar tetap konsisten meski jadwal padat.
Niatkan sebagai bagian dari dzikir dan ibadah pasca sholat.
4. Metode 14 Ayat Sebelum dan Sesudah Sholat
Metode ini pernah disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya. Bacaan dibagi berdasarkan jumlah ayat, bukan halaman atau juz.
Sebagai contoh, juz pertama memiliki sekitar 286 ayat. Setelah Al-Fatihah dianggap sudah dihafal, sisa ayat Al-Baqarah dibagi ke lima waktu sholat, sehingga setiap sholat membaca sekitar 28 ayat, yang kemudian dibagi lagi menjadi 14 ayat sebelum dan 14 ayat sesudah sholat.
Metode ini sangat cocok bagi yang ingin membaca Al-Qur’an dengan durasi singkat namun konsisten.
Tipsnya:
Gunakan mushaf yang mencantumkan nomor ayat dengan jelas.
Fokus pada kualitas bacaan dan tadabbur.
Cocok untuk yang memiliki waktu terbatas.
5. Metode Lima Menit Sebelum dan Sesudah Sholat
Bagi yang benar-benar sibuk, metode ini bisa menjadi solusi paling realistis. Luangkan lima menit sebelum dan lima menit sesudah sholat untuk membaca Al-Qur’an. Dalam durasi tersebut, rata-rata seseorang dapat membaca sekitar 10-15 ayat.
Jika dilakukan konsisten di lima waktu sholat, jumlah ayat yang terbaca dalam sehari akan cukup signifikan untuk mencapai target khatam.
Tipsnya:
Jadikan membaca Al-Qur’an sebagai prioritas, bukan sekadar aktivitas tambahan.
Simpan mushaf di tempat yang mudah dijangkau.
Ingat bahwa waktu singkat yang konsisten lebih baik daripada niat besar tanpa realisasi.
Tips Tambahan agar Target Khatam Tercapai
Selain lima metode di atas, ada beberapa strategi pendukung yang bisa diterapkan:
Buat tabel target bacaan harian agar progres terpantau.
Manfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk membaca Al-Qur’an.
Gunakan Al-Qur’an ukuran kecil agar mudah dibawa ke mana-mana.
Khusus muslimah, siapkan strategi “menabung juz” sebelum masa haid.
Terapkan sanksi pribadi jika target harian tidak tercapai sebagai bentuk disiplin diri.
Mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan bukan sekadar target jumlah, melainkan upaya mendekatkan diri kepada Allah dan menghidupkan hati dengan firman-Nya. Dengan metode yang tepat dan niat yang kuat, insyaAllah target tersebut dapat tercapai. Semoga Ramadhan ini menjadi momen terbaik untuk kembali akrab dengan Al-Qur’an.
Video KuTips: Mengejar Target Khatam Al-Qur’an di Ramadan dengan ODOJ“









