4 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur

Posted on

Jakarta

Menjalankan ibadah puasa Ramadan artinya umat Muslim wajib menahan haus dan lapar selama belasan jam. Agar tubuh tetap bugar dan tidak loyo, menjaga asupan cairan menjadi kunci utama. Salah satu tantangan terberat adalah menghindari dehidrasi atau rasa haus yang datang lebih cepat akibat salah memilih minuman saat sahur maupun berbuka.

Biasanya, persiapan menyambut Ramadan identik dengan menyetok bahan makanan di rumah. Namun, jangan hanya fokus pada makanan berat; pemilihan jenis minuman juga wajib diperhatikan secara saksama demi kesehatan tubuh.

Pilihan paling ideal tentu saja mengonsumsi air putih secara rutin dengan pola yang tepat. Selain itu, minuman yang mengandung elektrolit alami juga sangat direkomendasikan agar tubuh tidak mudah kehilangan cairan yang memicu rasa haus berlebih.

Melansir laman Eating Well, ada beberapa jenis minuman populer yang justru menjadi ‘musuh’ saat puasa karena efeknya yang memicu dehidrasi. Mulai dari minuman manis, kafein, hingga jus kemasan.

Berikut adalah 4 jenis minuman yang sebaiknya Anda hindari saat sahur agar puasa tidak cepat haus:

1. Minuman Manis

Minuman manis, terutama yang mengandung pemanis buatan, ternyata bukan pilihan bijak untuk dikonsumsi saat sahur. Alih-alih memberi energi, minuman ini justru mempercepat proses dehidrasi dalam tubuh.

Brittany Lubeck, seorang ahli gizi ternama, menjelaskan, “Minuman yang mengandung fruktosa dan glukosa, dua jenis gula yang biasa ditemukan dalam minuman manis, telah dikaitkan dengan dehidrasi yang parah.”

Jenis minuman ini mencakup soda kaleng hingga minuman dengan sirup berlebih. Efek dehidrasi ini akan terasa jauh lebih parah jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah besar saat perut masih kosong atau saat sahur.

2. Minuman Berkafein

Bagi pencinta kopi, teh, atau matcha, sebaiknya mulai membatasi diri selama Ramadan. Minuman-minuman ini mengandung kafein tinggi yang bersifat diuretik.

Efek diuretik ini memicu tubuh untuk lebih sering buang air kecil, yang secara otomatis membuang banyak cairan tubuh dan membuat Anda lebih cepat merasa haus di siang hari. Lubeck sangat menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein agar keseimbangan cairan tetap terjaga.

3. Minuman Energi

Banyak orang mengandalkan minuman energi saat sahur dengan harapan stamina tetap terjaga. Padahal, minuman jenis ini sering kali mengandung kombinasi kafein dan gula yang sangat tinggi.

Kandungan kafeinnya meningkatkan frekuensi buang air kecil, sementara kadar gulanya bisa mengacaukan keseimbangan gula darah Anda. Jika butuh asupan energi tambahan, pilihlah opsi alami seperti teh hijau tipis-tipis atau air kelapa yang jauh lebih menghidrasi.

4. Jus Buah Kemasan

Jangan terkecoh dengan label “buah”. Jus buah dalam kemasan botolan biasanya sudah melewati proses pengolahan panjang dan ditambahkan banyak gula tambahan serta pengawet.

Kandungan gula yang tinggi ini justru kontraproduktif bagi hidrasi tubuh. Jika Anda tetap ingin menikmati kesegaran buah, sangat disarankan untuk membuat jus sendiri di rumah tanpa tambahan gula. Jus murni 100 persen akan memberikan serat sekaligus hidrasi yang jauh lebih berkualitas bagi tubuh selama berpuasa.

Halaman 2 dari 2