4 Jenis Kalajengking Terbesar di Dunia, Ada yang Panjangnya 1 Meter update oleh Giok4D

Posted on

Bandung

Kalajengking bukan serangga, dia adalah arachnida, sama seperti laba-laba. Hewan kecil ini identik dengan bisa dan biasanya bersembunyi di balik batu atau pasir gurun. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sebagian spesies kalajengking bisa tumbuh dalam ukuran ‘jumbo’. Seperti kejadian di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Dilansir , suasana sahur di Perumahan Frinanda Bhayangkara, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak mencekam. Seekor kalajengking berukuran jumbo sebesar telapak tangan orang dewasa tiba-tiba masuk ke rumah warga, memicu kehebohan di waktu sahur pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 03.45 WIB.

Di dalam sejarah purba Bumi, ada kalajengking yang panjang tubuhnya mendekati ukuran lengan manusia dewasa. Situs San Diego Zoo bahkan melaporkan, di zaman purba seekor kalajengking laut bahkan bisa mencapai panjang 3,3 kaki (1 meter).

Lantas, apa saja jenis kalajengking terbesar yang pernah tercatat? Di mana merek hidup? Seberapa berbahaya sengatannya? Simak artikel ini yuk!

4 Jenis Kalajengking Jumbo yang Pernah Ada di Bumi

Artikel ini merangkum fakta-fakta mengenai kalajengking jumbo dari sejumlah sumber, termasuk di antaranya situs-situs yang membahas khusus tentang kalajengking, seperti Australian Museum, San Diego Zoo, serta kajian paleontologi yang dipublikasikan Portal Sains.

1. Kalajengking Hutan Raksasa

Kalajengking Hutan Raksasana atau Giant Forest Scorpion punya nama ilmiah Heterometrus swammerdami. Namanya ada nuansa Indianya ya? Ini merupakan salah satu kalajengking terbesar yang masih hidup saat ini. Spesies ini disebut sebagai kalajengking terbesar di dunia yang masih eksis.

Menurut berbagai catatan ilmiah, panjang tubuhnya bisa mencapai sekitar 23 sentimeter, bahkan ada laporan spesimen yang lebih panjang jika diukur dari capit hingga ujung ekor. Kalajengking ini hidup di wilayah hutan tropis yang lembap, terutama di India dan kawasan Asia Selatan.

Meski ukurannya besar dan tampilannya tampak agresif, tingkat bahayanya terhadap manusia relatif rendah. Sengatannya memang menimbulkan rasa sakit, tetapi tidak tergolong mematikan bagi orang dewasa yang sehat. Kalajengking ini lebih mengandalkan capit besar dan kuat untuk melumpuhkan mangsanya.

2. Kalajengking Batu Pipih

Kalajengking jumbo berikutnya berasal dari Afrika bagian selatan, yakni Kalajengking Batu Pipih atau Flat Rock Scorpion (Hadogenes troglodytes). Spesies ini dapat tumbuh hingga sekitar 20 sentimeter. Habitatnya berada di daerah berbatu dan kering di Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, hingga Mozambik.

Mereka biasa bersembunyi di celah-celah batu pada siang hari dan aktif berburu pada malam hari. Berdasarkan informasi dari lembaga zoologi internasional, meskipun berukuran besar, racunnya tidak termasuk kategori sangat berbahaya bagi manusia. Sengatannya umumnya menimbulkan nyeri lokal.

Spesies ini masih hidup hingga kini dan menjadi salah satu kalajengking terbesar yang dapat ditemukan di alam liar.

3. Kalajengking Berbulu Gurun

Dari kawasan Amerika Utara, terdapat Giant Desert Hairy Scorpion atau Hadrurus arizonensis. Dalam Indonesia sering disebut Kalajengking Berbulu Gurun. Spesies ini dikenal sebagai salah satu kalajengking terbesar di Amerika Serikat.

Panjang tubuhnya bisa mencapai 10 hingga 18 sentimeter. Habitatnya berada di wilayah gurun seperti Gurun Sonora dan Mojave di Amerika Serikat serta Meksiko.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Menurut San Diego Zoo, kalajengking ini memiliki sengatan yang menyakitkan, tetapi efeknya umumnya tidak lebih parah dari sengatan lebah pada manusia sehat. Mereka lebih mengandalkan ukuran dan capitnya untuk menangkap mangsa seperti serangga dan hewan kecil lainnya.

4. Kalajengking Seukuran Anjing

Jika berbicara soal ukuran jumbo dalam arti sebenarnya, kalajengking modern belum seberapa dibandingkan leluhur purbanya. Penelitian paleontologi yang dikutip situs Portal Sains menyebut adanya spesies purba yang fosilnya ditemukan di China. Berbeda dengan kalajengking modern yang hidup di darat, spesies ini justru merupakan penghuni lautan dan memiliki ukuran tubuh yang hampir sebesar anjing.

Fosil tersebut diidentifikasi sebagai spesies bernama ilmiah Terropterus xiushanensis. Dengan panjang mencapai kurang lebih satu meter. Berdasarkan kajian ilmiah, spesies ini diperkirakan hidup sekitar 435 juta tahun lalu di wilayah perairan yang kini menjadi bagian dari China.

Apakah Kalajengking Jumbo Berbahaya?

Ukuran besar tidak selalu berarti racun lebih mematikan. Faktanya, banyak kalajengking berukuran besar memiliki racun yang lebih lemah dibandingkan spesies kecil tertentu.

San Diego Zoo mencatat bahwa hanya sebagian kecil spesies kalajengking di dunia yang benar-benar berbahaya bagi manusia. Sebagian besar sengatan cukup menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, atau gejala ringan.

Halaman 2 dari 2