3 Jalur Alternatif Mudik dari Bandung ke Garut pada Lebaran 2026 baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Garut

Lebaran akan segera tiba. Itu artinya, musim mudik bakal segera berlangsung. Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah tujuan dan perlintasan mudik, punya banyak jalur alternatif untuk mencapai tujuan.

Ada dua jalur mudik utama yang berada di wilayah Kabupaten Garut. Pertama adalah Jalur Limbangan-Malangbong. Jalur ini merupakan penghubung utama kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung menuju Jawa Tengah.

Jalur Limbangan-Malangbong membentang sepanjang 27 kilometer dari ujung lingkar Nagreg di Kabupaten Bandung hingga ke kawasan Tanjakan Gentong di Tasikmalaya.

Jalannya mayoritas mulus dan lebar. Hal tersebut membuat kendaraan yang melintas di jalur ini biasanya dipacu dengan kecepatan tinggi. Jalur ini menjadi pilihan utama pemudik dari kawasan Bandung yang hendak menuju Tasikmalaya hingga Jawa Tengah.

Kemudian, yang kedua ada Jalur Kadungora-Leles. Jalur ini memiliki panjang sekitar 25 kilometer, membentang dari ujung Lingkar Nagreg hingga ke kawasan Alun-alun Tarogong, Garut.

Ada dua jenis pengguna jalan yang biasanya masuk ke kawasan ini. Pertama adalah para pemudik lokal atau warga Garut yang pulang ke kampung halaman di wilayah perkotaan. Kedua adalah para wisatawan yang hendak berlibur di sejumlah destinasi wisata di Garut.

Meskipun begitu, Jalur Kadungora-Leles juga sering digunakan sebagai akses penghubung antara Garut dengan Tasikmalaya, khususnya ketika kawasan Limbangan-Malangbong mengalami kepadatan.

Selain kedua jalur tersebut, ada sejumlah jalur alternatif yang bisa digunakan untuk menempuh perjalanan Garut-Bandung. Namun, penggunaan jalan ini butuh kesiapan prima dan pertimbangan yang matang.

Hal tersebut terjadi karena jalur-jalur alternatif ini memiliki medan yang berbeda dengan jalur utama. Jalanannya lebih ekstrem karena berada di kawasan pegunungan, ditambah sarana dan prasarana yang masih terbatas.

“Secara prinsip, jalur tersebut bisa dilintasi apabila terjadi kepadatan di jalur utama. Namun, penggunaannya tetap bersifat situasional, karena kondisi jalan cukup berkelok, banyak tanjakan dan turunan, serta prasarana yang terbatas,” kata Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono.

“Oleh karena itu, jalur tersebut lebih direkomendasikan bagi kendaraan kecil dan pengendara yang sudah memahami medan,” ungkapnya.

Jalur Cijapati

Jalan alternatif dari Bandung menuju Garut yang pertama adalah Jalur Cijapati. Jalur ini menjadi favorit bagi para pemudik dari Bandung menuju Garut ketika jalur utama di kawasan Cileunyi hingga Nagreg mengalami kemacetan.

Jalur Cijapati membentang sekitar 25 kilometer, mulai dari kawasan Cicalengka menuju Jalan Raya Cijapati, hingga tiba di wilayah Kecamatan Kadungora, Garut.

Dibutuhkan waktu tempuh estimasi sekitar 1 jam untuk sampai ke Garut dari kawasan Cicalengka via jalur ini. Namun, tantangan di jalur ini adalah sarana dan prasarana jalan yang kurang memadai. Ditambah lagi, medan jalanan berkelok dan penuh tanjakan curam yang tidak jarang memakan korban.

Jalur Kamojang

Kemudian ada jalan alternatif kedua yang biasanya dilintasi pemudik dari kawasan Bandung menuju Garut ketika jalur utama macet. Jalur tersebut adalah Jalur Garut-Bandung via Kamojang.

Jalur ini memiliki lintasan sepanjang 27 kilometer, membentang mulai dari kawasan Majalaya hingga ke wilayah Kecamatan Samarang. Jalur ini bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan waktu lebih dari satu jam.

Namun, lagi-lagi medan jalan menjadi tantangan utamanya. Dari kawasan Ibun hingga ke Kamojang Garut, jalanan berada di atas pegunungan dengan jurang di setiap sisinya. Belum lagi, minimnya penerangan di sejumlah titik membuat jalanan tersebut berbahaya, utamanya ketika dilintasi pada malam hari.

Jalur Talegong

Yang terakhir adalah jalan alternatif Garut-Bandung via Pangalengan-Talegong. Berbeda dengan Jalur Cijapati dan Jalur Kamojang yang relatif masih dekat dengan kawasan perkotaan, jalur ini lebih ekstrem karena berada di wilayah selatan Garut.

Jalur Talegong ini membentang sekitar 23 kilometer dari kawasan Pangalengan di Kabupaten Bandung hingga ke wilayah Talegong di Garut. Jalur ini bisa diakses dengan kendaraan bermotor dengan estimasi waktu tempuh lebih dari satu jam.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Jarak tempuh di jalur ini bisa menjadi lebih lama dari jalur sebelumnya meskipun jaraknya relatif lebih pendek. Penyebabnya, medan jalanan di jalur ini jauh lebih ekstrem dengan tikungan tajam serta tanjakan dan turunan yang panjang.

Jalur ini tidak direkomendasikan untuk dilintasi pada malam hari karena prasarana jalan yang belum memadai. Jalur ini lebih direkomendasikan bagi detikers yang hendak mudik ke kawasan Garut Selatan dari Bandung, atau bagi yang hendak berwisata ke pantai selatan.