Sebanyak 112 rumah warga di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang terendam banjir. Air mulai masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter.
Nani, salah satu warga, menyebutkan bahwa air mulai masuk ke permukiman sejak Jumat (23/01/2026) dini hari. Sekitar pukul 13.00 WIB, debit air terus meningkat dan masuk ke dalam rumah.
“Jam 12 malam sudah masuk ke permukiman, pagi terus meninggi dan sekarang sudah segini,” ujar Nani di kediamannya sambil menunjukkan batas air di dalam rumahnya.
Nani mengaku belum berniat mengungsi. Namun, karena hujan masih mengguyur dan air terus naik, ia mulai mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi serta bersiap untuk evakuasi jika kondisi memburuk.
“Sekarang persiapan mengungsi karena air terus naik, khawatir banjirnya makin parah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyasari terjun langsung ke lapangan bersama personel TNI, Polri, dan BPBD. Selain memastikan keamanan warga, pihak desa juga tengah mendata jumlah pasti rumah yang terdampak banjir tersebut.
“Masih didata oleh RT dan RW, sejauh ini sekitar 112 rumah sudah terendam,” ucap Hasanuddin Masawi, Kades Mulyasari.
Hasanuddin menambahkan, banjir ini disebabkan oleh luapan Sungai Kalensama yang tidak mampu lagi menampung debit air. Selain faktor hujan lokal yang tinggi, banjir juga dipicu oleh air kiriman dari arah hulu.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Ini akibat Sungai Kalensama meluap dan merendam permukiman warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyasari terjun langsung ke lapangan bersama personel TNI, Polri, dan BPBD. Selain memastikan keamanan warga, pihak desa juga tengah mendata jumlah pasti rumah yang terdampak banjir tersebut.
“Masih didata oleh RT dan RW, sejauh ini sekitar 112 rumah sudah terendam,” ucap Hasanuddin Masawi, Kades Mulyasari.
Hasanuddin menambahkan, banjir ini disebabkan oleh luapan Sungai Kalensama yang tidak mampu lagi menampung debit air. Selain faktor hujan lokal yang tinggi, banjir juga dipicu oleh air kiriman dari arah hulu.
“Ini akibat Sungai Kalensama meluap dan merendam permukiman warga,” pungkasnya.
