Bandung –
Menunggu waktu berbuka sering kali menjadi momen yang paling menguras ketenangan. Perut mulai terasa lapar, tenggorokan kering, dan jam seakan berjalan lebih lambat dari biasanya. Padahal, alih-alih hanya fokus pada rasa haus dan lelah, waktu menjelang Magrib sebenarnya bisa menjadi kesempatan emas untuk menambah pundi-pundi pahala.
Daripada sekadar scrolling media sosial tanpa tujuan, ada banyak amalan sederhana yang bisa dilakukan saat menunggu azan berkumandang. Selain membuat waktu terasa lebih cepat, hati pun menjadi lebih tenang dan puasa terasa lebih bermakna. Yuk, isi waktu menunggu berbuka puasa dengan hal-hal yang bisa memberi manfaat lebih.
Berikut daftar kegiatan yang bisa dilakukan selama menunggu waktu buka puasa:
Tadarus Al-Qur’an
Tadarus Al Quran Foto: Unsplash/Rachid Oucharia |
Mengisi waktu sebelum berbuka puasa dengan membaca dan memahami Al-Qur’an bisa menjadi aktivitas yang jauh lebih bermanfaat selama bulan Ramadan. Selain membantu menunggu azan Magrib dengan cara yang positif, kegiatan seperti memahami arti ayat melalui tafsir atau meningkatkan hafalan juga bisa memperkuat iman dan memberi rasa tenang dalam hati. Kegiatan beribadah ini bisa dilakukan sendirian atau bersama teman dalam suasana belajar mengaji, sehingga waktu sore terasa lebih produktif dan penuh keberkahan.
Menonton Ceramah
Bulan Ramadan adalah kesempatan bagus untuk memperdalam pemahaman tentang agama dengan cara yang sederhana dan bermanfaat, seperti menonton ceramah agama Islam sebelum waktu berbuka puasa. Kegiatan ini bisa membantu memperluas pemahaman tentang kebaikan dari berpuasa, memperdalam arti ibadah, serta memberikan semangat untuk hidup lebih baik dan penuh berkah selama bulan suci.
Berzikir dan Berdoa
Zikir dan doa adalah kebiasaan yang mudah namun sangat baik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, terutama di pagi hari atau ketika menantikan saat berbuka puasa. Dengan membaca zikir dan berdoa secara tulus, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan membantu menjaga kesabaran saat merasa lapar dan haus selama bulan Ramadan.
Menulis Jurnal atau Catatan Harian
Menulis jurnal selama bulan Ramadan bisa menjadi cara yang sederhana untuk refleksi diri dan memperkuat perasaan bersyukur. Dengan mencatat pengalaman, doa, tujuan ibadah, dan kegiatan sehari-hari selama bulan suci, Anda bisa lebih mengerti kemajuan spiritual setiap harinya. Kebiasaan ini juga bisa membantu menjaga konsistensi ibadah dan menjadi catatan penting yang bisa dicermati serta diperbaiki saat Ramadan tahun berikutnya tiba.
Membaca Buku
Sebelum berbuka puasa, membaca buku berisi ajaran Islam bisa jadi aktivitas yang lebih bermanfaat dan membuat pikiran tenang. Buku-buku tentang sejarah Nabi, kisah para sahabat, atau pembahasan tentang kehidupan spiritual bisa memberi pengetahuan tambahan dan memperkuat iman. Dengan begitu, waktu yang dihabiskan terasa lebih berkualitas dibandingkan hanya menghabiskan waktu dengan ponsel.
Menghafal Doa-doa Pendek
Waktu ngabuburit bisa dimanfaatkan untuk menghafal berbagai doa sehari-hari, seperti doa berbuka dan doa-doa singkat lainnya. Dengan teratur menyisihkan waktu setiap sore, hafalan akan bertambah secara perlahan, sekaligus memperkuat kedekatan spiritual selama bulan Ramadan.
Mempersiapkan Makanan Berbuka
Menyiapkan makanan buka puasa jadi kegiatan yang menyenangkan. Anda bisa mencoba resep baru atau membuat takjil favorit. Selain mengisi waktu sebelum berbuka, kegiatan ini juga membantu memperkuat ikatan kekeluargaan dan memberikan rasa bahagia saat momen makan bersama.
Berbagi Berkah atau Berdonasi
Warga mengambil hidangan makanan untuk buka puasa bersama di Kampoeng Ramadhan, Perumahan Graha Mutiara Permai 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (19/2/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh warga perumahan tersebut menyiapkan sebanyak 700 porsi hidangan buka puasa gratis selama 22 hari bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah untuk pengendara yang dalam perjalanan dan warga kurang mampu. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc. Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar |
Selain memberikan donasi, detikers juga bisa berbagi makanan, takjil, atau kebutuhan sehari-hari kepada tetangga dan masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan sederhana ini tidak hanya membantu mengurangi beban mereka, tetapi juga memberi pahala, memperkuat hubungan kekeluargaan, serta mendorong rasa empati. Dengan begitu, bulan Ramadan menjadi lebih berarti dengan menebar kebahagiaan dan memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Membersihkan Rumah
Manfaatkan waktu ngabuburit untuk membersihkan kamar atau rumah agar lingkungan jadi lebih rapi dan nyaman. Aktivitas sederhana ini tidak hanya membantu membuat hunian lebih asri, tetapi juga bisa bernilai ibadah karena membiasakan diri menjaga kebersihan.
Jalan-jalan Sore
Jalan-jalan sore sebelum berbuka puasa bisa jadi pilihan ngabuburit yang sehat sekaligus menyenangkan. Sambil berjalan, detikers juga bisa berzikir, merenungi ciptaan Allah, dan menikmati udara segar, sehingga tubuh tetap bugar meski sedang berpuasa.
Menunggu waktu berbuka kadang terasa begitu lama. Biasanya detikers mengisi waktu dengan apa saat menunggu berbuka puasa? Daripada hanya bersantai tanpa tujuan, yuk manfaatkan waktu ini dengan melakukan amalan yang lebih bermakna. Dengan mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan hal-hal baik, bukan hanya rasa lapar yang teralihkan, tetapi juga pahala yang mengalir. Jadi, manfaatkan setiap momen sebelum Magrib dengan lebih berarti dan penuh keberkahan.









