Kerusakan Jalan Lingkar Mangkubumi-Indihiang (Mangin) di Kota Tasikmalaya kian dikeluhkan. Warga dan pengguna jalan mulai gerah dengan kondisi aspal yang tak kunjung diperbaiki secara permanen.
Ruas jalan strategis ini telah memicu kecelakaan. Tak hanya soal keselamatan, kerusakan tersebut juga memukul aktivitas ekonomi warga di sepanjang jalur tersebut akibat polusi debu yang pekat. Sejumlah warga bahkan menyarankan Pemkot Tasikmalaya menyerahkan pengelolaan jalan tersebut ke Pemprov Jawa Barat jika merasa tak sanggup melakukan perawatan.
“Bukan lagi hitungan bulan, jalan ini sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak,” ujar Asep Ajun (38), seorang tukang tambal ban di Jalan Raya Mangin, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (12/1/2026).
Selain membahayakan, lubang jalan memicu polusi debu yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Dampaknya, sejumlah tempat usaha warga terpaksa gulung tikar.
“Warung nasi padang di samping saya sampai tutup. Debunya parah, sudah tidak nyaman dan sepi pembeli. Kalau hujan malah becek,” keluh Ajun.
Kondisi kian mencekam saat malam hari lantaran fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) padam. “PJU mati semua. Saya sering menolong pengendara motor yang jatuh, kebanyakan terjadi saat malam hari,” tuturnya.
Menurut Ajun, sejumlah orang berseragam ASN berulang kali terlihat memeriksa kondisi jalan, namun realisasi perbaikan tak kunjung tiba. “Hanya dicek saja, tapi tetap dibiarkan,” katanya.
Deni Danial (40), pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut, mengaku sering menyaksikan pemotor terjatuh akibat terperosok lubang. “Sekarang harus ekstra waspada, apalagi kalau hujan malam hari. Sejak awal tahun 2026, saya sudah dua kali melihat pengendara jatuh, keduanya perempuan,” kata Deni.
Karena setiap hari melintas, Deni sampai hafal titik-titik lubang yang menganga. Ia pun mendesak Pemkot Tasikmalaya untuk menyerahkan aset jalan ke Pemprov Jabar jika anggaran daerah tak mencukupi.
“Sangat kontras dengan Jalan Letnan Harun yang aspal dan PJU-nya baru diperbaiki. Kalau Pemkot tidak mampu, serahkan saja ke Pemprov agar kualitas jalannya bagus,” tegas Deni.
Merespons hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tasikmalaya Hendra Budiman menyatakan akan segera memperbaiki Jalan Mangin dalam waktu dekat. Namun, perbaikan tersebut hanya bersifat parsial atau penambalan lubang (patching).
“Perbaikan Jalan Mangin tahun ini menggunakan anggaran pemeliharaan. Mudah-mudahan secepatnya bisa direalisasikan,” ujar Hendra.
Hendra mengakui kerusakan di jalur tersebut sudah sangat memprihatinkan. “Kami sudah menerima banyak laporan. Minimal lubang-lubang yang membahayakan akan kami tutup secepatnya,” tambahnya.
Terkait usulan pelimpahan aset ke Pemprov Jabar, Hendra menyebut proses tersebut tidak sederhana. Ia mengklaim Pemkot selama ini tetap berupaya memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan kota.
“Soal pelimpahan ke Pemprov, saya kira itu terlalu jauh dan bukan kapasitas saya untuk membahasnya. Yang jelas, kami tetap berusaha merawat jalan-jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkot Tasikmalaya,” pungkas Hendra.
