Bandung –
Ledakan petasan kerap menimbulkan korban dan kerusakan, terutama menjelang perayaan tertentu seperti malam takbiran. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus ledakan petasan di Jawa Barat bahkan menyebabkan rumah rusak hingga korban luka.
Berikut beberapa kejadian yang sempat terjadi.
Rumah Produsen Petasan Hancur di Indramayu
Dua kali ledakan keras sempat menghebohkan warga Desa Telukagung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ledakan tersebut ternyata bersumber dari tepian Sungai Cimanuk yang digunakan sebagai tempat produksi petasan dan kembang api.
Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar menjelaskan tempat tersebut merupakan gubuk milik seorang warga berinisial S. Gubuk berukuran sekitar 4 meter persegi itu diduga digunakan sebagai industri rumahan petasan.
“Gubuk tersebut merupakan milik warga berinisial S yang biasa digunakan untuk home industri petasan dan juga kembang api,” kata Fahri di Mapolres Indramayu, Jumat (2/2/2024).
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dari sejumlah barang yang berserakan di lokasi, diduga ledakan berasal dari bahan peledak yang digunakan untuk membuat petasan.
“Tidak ada korban jiwa, dugaan kami terjadi ledakan karena beberapa bahan peledak yang berasal dari petasan atau kembang api di tempat gubuk tersebut, tapi kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Saat kejadian sekitar pukul 18.35 WIB, suara ledakan terdengar sangat keras hingga membuat warga sekitar panik. Bahkan suara ledakan dua kali itu sempat ramai diperbincangkan warga di media sosial Facebook.
Ledakan tersebut juga merusak satu rumah yang berada cukup dekat dengan lokasi kejadian.
“Ada rumah yang berdekatan kurang lebih sekitar tiga meter dari lokasi tersebut, mengalami pecah kaca, ada tiga bingkai kaca yang pecah dan hanya satu rumah saja,” jelasnya.
Rumah Penyimpan Bahan Petasan Ambruk, Dua Anak Terluka
Kasus lain terjadi di Blok Kebon Kopi, Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Sebuah rumah milik warga bernama Darwa (70) terbakar dan ambruk akibat percikan bahan petasan.
Kapolsek Jatibarang Kompol Darli mengatakan kebakaran diduga berasal dari bahan baku petasan yang disimpan di rumah tersebut.
“Kebakaran rumah diduga diakibatkan oleh adanya percikan bahan baku untuk pembuatan kembang api atau petasan. Ini milik rumah pak Darwa usia sekitar 70 tahun,” kata Darli dikonfirmasi di lokasi kejadian, Senin (20/1/2025).
Ledakan dan kobaran api menghanguskan rumah hingga ambruk. Dua anak yang berada di dalam rumah saat kejadian ikut menjadi korban.
“Korban ada dua, yang pertama itu atas nama Guntur umur 2 tahun itu luka bakar di lengan kanan. Sedangkan yang kedua itu atas nama Alfin umur 15 tahun ini masih sekolah atau pelajar itu kena luka bakar dan di punggung leher belakang,” jelasnya.
Kedua korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Patra Balongan Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan petasan.
“Yang membuat terjadinya ledakan ini ya itu bahan tadi (mesiu dan bahan baku petasan),” ucapnya.
Petasan Sebesar Paha Meledak, Tangan Peracik Hancur
Kasus terbaru terjadi di Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
Dua buruh bangunan mengalami luka parah setelah petasan berukuran jumbo yang mereka racik meledak.
Kedua korban diketahui bernama Anton (23) dan Udan (20). Petasan yang mereka buat disebut berukuran sebesar paha orang dewasa.
Ledakan terjadi saat keduanya tengah meracik petasan tersebut. Dentuman keras tidak hanya melukai keduanya, tetapi juga merusak sebagian atap rumah di sekitar lokasi.
Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB siang, Kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan. Kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan, terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius,” kata AKP Abdurahman, melalui aplikasi perpesanan.
Kedua korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Saat ini, kedua korban telah dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. “Melihat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan,” ucapnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau menyalakan petasan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Padaherang dan Mangunjaya agar tidak membuat, meracik, atau menyalakan petasan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “Hal ini sangat berbahaya, karena bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Ledakan tersebut juga sempat membuat panik warga sekitar.
“Ledakan terdengar sebanyak tiga kali. Selama ini saya belum pernah mendengar ada warga di kampung ini yang membuat petasan,” ujar Ipah, salah seorang warga Dusun Babakan.
