Bandung –
Tak hanya polisi lalu lintas dan polisi wanita atau polwan saja. Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), dan Wanita Angkatan Udara (Wara) akan turut membantu Polda Jabar dan bertugas sebagai personel Tim Urai ‘Motor Senyum’ dalam pelaksanaan mudik Lebaran 2026.
Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, jumlah personel Tim Urai ini mencapai ratusan anggota.
“Untuk di rest area, di KM57 dari kami itu ada 20 motor dan 63 personil. Di masing-masing Polres, itu ada minimal 10 personil,” kata Raydian, Jumat (6/3/2026).
Raydian mengungkapkan, Tim Urai ini ditempatkan di lokasi yang belum terjangkau oleh petugas reguler. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir dampak kepadatan lalu lintas, sekaligus membantu pemudik yang mengalami mogok akibat kehabisan bensin atau mengalami kerusakan mesin.
“Contoh misalnya, tiba-tiba di jalur yang sudah ter-plotting ada mobil mogok, kemudian ada kendala habis bensin misalnya. Tim Urai ini yang bergerak,” ungkapnya.
“Mereka akan bergerak terus sampai mencapai titik terjadi kendala dan bertugas di tengah-tengah problem yang kita temui nanti,” tambahnya.
Dapatkan Coaching Clinic
Mereka yang terlibat sebagai Tim Urai sudah mendapatkan coaching clinic* atau pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar. Dalam pelatihan itu, mereka diberi arahan agar tetap humanis dalam menjalankan tugas. Selain itu, mereka juga mendapatkan materi terkait psikologi dan public speaking.
Raydian menjelaskan, Tim Urai akan ditempatkan di rest area tol dan posko pengamanan mudik di jalur arteri bersama Polres jajaran Polda Jabar.
“Mereka mulai beroperasi pada Operasi Ketupat nanti, dari tanggal 13 hingga dua minggu ke depan. Mereka akan menghadapi tuntutan dan situasi yang membutuhkan keahlian hingga kesabaran. Kita sudah bekali Tim Urai kita dengan penyampaian informasi situasi dari kita yang akan mereka alami selama dua minggu ke depan,” jelasnya.
Raydian menyebutkan, pelatihan public speaking dan psikologi juga penting bagi personel yang terlibat sebagai Tim Urai.
“Jadi bagaimana mereka melawan diri mereka sendiri dengan mengalami situasi-situasi yang mungkin di luar seperti biasa. Jadi kita praktekan seperti aslinya dan memang kendalanya memang sudah kita latihkan. Mudah-mudahan kendala itu bisa kita urai nanti pada saat pelaksanaan,” ujarnya.
Menurut Raydian, Tim Urai ini nantinya bakal menemukan sejumlah kendala di lapangan, salah satunya menghadapi masyarakat yang belum bisa menerima teguran petugas. Dengan demikian, Raydian meminta agar para personel tetap mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat.
“
