Teror Satwa Liar di Permukiman Warga Ciamis

Posted on

Sepanjang 2025, warga Ciamis beberapa kali dikejutkan oleh kehadiran satwa liar di sekitar permukiman. Dari monyet yang merangsek ke permukiman, ular king kobra yang muncul di halaman rumah, hingga biawak yang berkeliaran di lingkungan warga. Konflik yang berulang antara manusia dan satwa liar ini menjadi sorotan.

infoJabar menyajikan kaleidoskop konflik manusia versus satwa liar yang terjadi sepanjang tahun 2025. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, hal ini menjadi catatan penting bahwa menjaga alam sangat esensial, agar hewan liar dapat hidup di habitatnya tanpa saling mengganggu. Konflik ini diduga terjadi akibat habitat satwa yang semakin menyempit karena adanya pembangunan.

Apa yang akan Anda lakukan ketika melihat ular berukuran besar melintas di depan rumah? Peristiwa ini dialami Iwan Setiawan (47) warga di Dusun Namas, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, pada 20 Februari 2025 lalu.

Ketika itu, Iwan sedang berada di rumahnya. Dia syok melihat ular berukuran besar dan panjang yang ternyata king kobra melintas di depan rumahnya. Iwan sempat berteriak meminta tolong warga setempat. Warga yang mendengar teriakan Iwan langsung datang menghampiri. Khawatir king kobra itu kabur jauh dan membahayakan, warga pun berhasil menangkap king kobra itu tanpa membunuhnya.

Warga lantas berinisiatif meminta bantuan Damkar Ciamis agar king kobra itu dapat dilepasliarkan ke habitatnya. Setelah diukur, king kobra itu memiliki panjang sekitar 6 meter.

Speaker yang biasa digunakan sebagai pengeras suara tiba-tiba menjadi tempat bersembunyi hewan liar. Hal itu yang terjadi di Lingkungan Lembur Heuleut, Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis. Warga dikagetkan oleh seekor biawak berukuran besar bersembunyi di dalam box speaker yang tersimpan di dapur rumah warga bernama Pitri Aprilia.

Peristiwa itu terjadi pada 17 Mei 2025. Pemilik rumah yang mengetahui hal itu mencoba mengusirnya dari dalam box speaker. Namun, biawak itu malah masuk ke dalam rumah hingga merusak peralatan makan di dapur. Pemilik rumah pun langsung meminta bantuan petugas Damkar Ciamis untuk evakuasi. Petugas Damkar Ciamis dengan sigap mengevakuasi biawak itu dari rumah warga.

Pada Agustus 2025, warga Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, terusik dengan gerombolan monyet liar yang jumlahnya lebih dari seratus ekor dan kerap turun dari hutan. Hewan liar itu menjarah tanaman warga, merusak sawah, bahkan nekat masuk hingga ke permukiman.

Monyet-monyet itu merusak tanaman padi dengan memakan bagian batang padi yang masih muda. Kerusakan akibat hama itu cukup luas sehingga petani terancam gagal panen maksimal. Tak hanya tanaman padi, namun tanaman lainnya milik petani pun habis, seperti pohon pisang hingga singkong. Warga sudah berupaya mengusir gerombolan monyet itu, namun sewaktu-waktu mereka kembali.

Konflik antara ular dengan manusia memang tak bisa dihindarkan. Namun, ceritanya menjadi lain ketika ular paling berbisa di dunia itu tiba-tiba ditemukan bersarang di rak piring dapur rumah warga. Hal itu dialami Ai Reni (50), warga Lingkungan Bangunsari, Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Peristiwa itu terjadi pada 23 Juni 2025. Kala itu, Reni seperti biasa beraktivitas di dapur untuk memasak. Ia mendengar suara misterius yang cukup berisik di bawah rak piring miliknya. Reni yang penasaran mencoba mengeceknya. Reni terkejut melihat seekor ular hitam berukuran cukup besar, panjangnya mencapai 3,5 meter, bersembunyi dan kemungkinan rak piring itu dijadikan sarang.

Reni yang kaget lalu meminta bantuan warga dan aparat setempat. Damkar Ciamis yang dihubungi langsung sigap mengevakuasi king kobra tersebut.

Berselang sebulan kemudian, tepatnya 2 Juli 2025, teror king kobra kembali terjadi di Ciamis. ‘Si Raja’ Ular ditemukan masuk ke dalam rumah warga di Dusun Ciparay, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis.

Siti Lismawati (47), pemilik rumah melihat dengan jelas ular berwarna hitam itu masuk dari pintu belakang rumahnya. Ketika itu Siti kebetulan sedang beraktivitas di belakang rumahnya. Ular yang diketahui King Kobra itu dikejar oleh seekor kucing peliharaan Siti, hingga ular masuk ke kamar dan naik ke atas lemari.

Petugas Damkar Ciamis kembali menjadi pihak yang menangani evakuasi ular berbisa tersebut. Siti yang meminta bantuan pegawai desa dan melaporkan ke Damkar, langsung direspon cepat. Petugas Damkar berhasil mengevakuasi ular itu dengan aman dan selamat.

Kejadian ini menambah daftar peristiwa pertemuan tak terduga antara warga dan King Kobra, ular berbisa mematikan yang terjadi di berbagai wilayah Ciamis.

Memasuki penghujung 2025, teror sang ‘raja ular’ alias king kobra menghantui warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ular yang sangat berbisa dengan panjang tiga meter itu muncul di sebuah kolam ikan milik warga Dusun Bangunsirna, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg. Peristiwa itu terjadi pada 22 Agustus 2025.

Ukuran king kobra, berapa pun panjangnya, selalu memicu kepanikan warga. Untuk itu, warga selalu waspada dan berhati-hati karena memiliki racun atau bisa yang mematikan. Mereka lebih memilih meminta bantuan petugas Damkar Ciamis untuk melakukan evakuasi.

Pada 5 Oktober 2025, teror King Kobra masih ditemukan di Ciamis. King kobra itu mengganggu ketenangan warga Dusun Selacai, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku. Seekor ular king kobra sepanjang hampir tiga meter tiba-tiba muncul di samping rumah milik Uhen Suhendar (42), seorang perangkat desa setempat.

Awalnya, pemilik rumah, Uhen hendak pergi ke warung seperti biasa. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok besar berwarna kehitaman melingkar di sisi rumah. Uhen yang kaget melihat seekor ular besar langsung menjauh. Ia pun kemudian melapor ke petugas Damkar karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Ular itu pun berhasil ditangkap.

Selain King Kobra, biawak juga menjadi satwa liar yang kerap berkonflik dengan manusia. Pada 9 Desember 2025, warga bernama Habib Maulana di Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, mendapati seekor biawak berukuran besar sedang berjemur di atas tembok di samping rumahnya.

Tak lama kemudian, reptil dengan nama latin Varanus salvator itu masuk ke dalam atap rumah Habib. Kondisi itu membuat panik pemilik rumah, khawatir biawak itu turun ke dalam rumah dan membahayakan. Habib pun menghubungi Mako UPTD Damkar Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi.

1. King Kobra 6 Meter

2. Biawak Ngumpet di Box Speaker

3. Gerombolan Monyet Jarah Tanaman Warga

4. King Kobra Bersarang Rak Piring Dapur

5. King Kobra Nangkring di Lemari Kamar Rumah

6. King Kobra di Kolam Ikan

7. King Kobra di Samping Rumah Warga

8. Biawak Berjemur di Tembok Rumah

Berselang sebulan kemudian, tepatnya 2 Juli 2025, teror king kobra kembali terjadi di Ciamis. ‘Si Raja’ Ular ditemukan masuk ke dalam rumah warga di Dusun Ciparay, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis.

Siti Lismawati (47), pemilik rumah melihat dengan jelas ular berwarna hitam itu masuk dari pintu belakang rumahnya. Ketika itu Siti kebetulan sedang beraktivitas di belakang rumahnya. Ular yang diketahui King Kobra itu dikejar oleh seekor kucing peliharaan Siti, hingga ular masuk ke kamar dan naik ke atas lemari.

Petugas Damkar Ciamis kembali menjadi pihak yang menangani evakuasi ular berbisa tersebut. Siti yang meminta bantuan pegawai desa dan melaporkan ke Damkar, langsung direspon cepat. Petugas Damkar berhasil mengevakuasi ular itu dengan aman dan selamat.

Kejadian ini menambah daftar peristiwa pertemuan tak terduga antara warga dan King Kobra, ular berbisa mematikan yang terjadi di berbagai wilayah Ciamis.

Memasuki penghujung 2025, teror sang ‘raja ular’ alias king kobra menghantui warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ular yang sangat berbisa dengan panjang tiga meter itu muncul di sebuah kolam ikan milik warga Dusun Bangunsirna, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg. Peristiwa itu terjadi pada 22 Agustus 2025.

Ukuran king kobra, berapa pun panjangnya, selalu memicu kepanikan warga. Untuk itu, warga selalu waspada dan berhati-hati karena memiliki racun atau bisa yang mematikan. Mereka lebih memilih meminta bantuan petugas Damkar Ciamis untuk melakukan evakuasi.

Pada 5 Oktober 2025, teror King Kobra masih ditemukan di Ciamis. King kobra itu mengganggu ketenangan warga Dusun Selacai, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku. Seekor ular king kobra sepanjang hampir tiga meter tiba-tiba muncul di samping rumah milik Uhen Suhendar (42), seorang perangkat desa setempat.

Awalnya, pemilik rumah, Uhen hendak pergi ke warung seperti biasa. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok besar berwarna kehitaman melingkar di sisi rumah. Uhen yang kaget melihat seekor ular besar langsung menjauh. Ia pun kemudian melapor ke petugas Damkar karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Ular itu pun berhasil ditangkap.

Selain King Kobra, biawak juga menjadi satwa liar yang kerap berkonflik dengan manusia. Pada 9 Desember 2025, warga bernama Habib Maulana di Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, mendapati seekor biawak berukuran besar sedang berjemur di atas tembok di samping rumahnya.

Tak lama kemudian, reptil dengan nama latin Varanus salvator itu masuk ke dalam atap rumah Habib. Kondisi itu membuat panik pemilik rumah, khawatir biawak itu turun ke dalam rumah dan membahayakan. Habib pun menghubungi Mako UPTD Damkar Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi.

5. King Kobra Nangkring di Lemari Kamar Rumah

6. King Kobra di Kolam Ikan

7. King Kobra di Samping Rumah Warga

8. Biawak Berjemur di Tembok Rumah