Indramayu –
Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Polres Indramayu bersiap menertibkan aktivitas warga penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo yang terletak di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang, Jawa Barat. Penertiban ini dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan arus lalu lintas di jalur arteri Pantura tetap lancar saat volume kendaraan meningkat.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, mengatakan pihaknya telah melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas penyapu koin yang kerap terjadi di jembatan tersebut dapat dikurangi, bahkan dihentikan selama masa puncak mudik.
“Untuk di Jembatan Sewo, kami mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama agar aktivitas pencari koin tersebut bisa kita minimalisir, bahkan ditiadakan pada saat puncak Lebaran demi keselamatan bersama,” ujar Fajar kepada, Sabtu (14/3/2026).
Ia menilai praktik tersebut memiliki risiko besar bagi keselamatan pelaku maupun pengguna jalan.
“Tidak sedikit warga yang nekat berlari sampai ke tengah jalan demi mengais koin yang dilempar para pengendara. Selain membahayakan diri sendiri dan pengendara yang melintas, aktivitas ini juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” tegasnya.
Penguatan Sosialisasi dan Rambu Larangan
Upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan sejak sebelum bulan Ramadan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan. Untuk mempertegas imbauan tersebut, Polres Indramayu juga berencana memasang rambu larangan agar pengendara tidak lagi melemparkan koin ketika melintas di Jembatan Sewo.
Menurut Fajar, langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama dengan berbagai pihak untuk menekan potensi kecelakaan selama periode mudik.
“Mudah-mudahan nanti kita bersama stakeholder terkait akan terus fokus, terus memperhatikan, dan menyiapkan langkah-langkah agar di Jembatan Sewo tersebut tidak menjadi potensi kecelakaan. Kami harap imbauan-imbauan ini dipatuhi demi kelancaran arus mudik Lebaran di wilayah Indramayu,” katanya.
Berawal dari Tradisi Tawur Uang
Di balik fenomena penyapu koin tersebut, beredar kepercayaan lama yang dikenal dengan istilah tawur duit atau melempar uang di sekitar Jembatan Sewo. Sebagian pengendara melakukan tradisi ini dengan harapan terhindar dari hal buruk saat melintas di jembatan tersebut.
Salah satu warga Indramayu, Wasdi (50), mengaku telah melakukan aktivitas menyapu koin sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini berusia sekitar 50 tahun. Ia menyebut tradisi itu sudah ada sejak masa lalu ketika alat transportasi masih menggunakan kereta kuda.
“Tidak tahu pastinya, tapi kata orang tua zaman dulu, aktivitas ini (penyapu koin) sudah ada sejak jembatan masih pakai kayu dan kendaraan yang melintas dari zaman Belanda masih menggunakan kereta kencana,” kata Wasdi saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Wasdi, dahulu warga memungut koin dengan tangan kosong, namun sekarang mereka menggunakan sapu dan alat lain karena kondisi lalu lintas di jalur tersebut semakin padat.
Sebagian besar warga yang melakukan kegiatan tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Bagi orang-orang seperti Wasdi, menyapu koin menjadi salah satu cara untuk menambah penghasilan, meskipun harus bertaruh nyawa di tengah risiko keselamatan yang mengintai di jalur Pantura.
“
