Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mendapat penghargaan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Irjen Rudi mendapatkan anugerah itu setelah berperan sebagai motivator bagi petani padi di Jawa Barat untuk mengembangkan komoditas jagung.
Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025 turut ditopang oleh peningkatan produksi jagung nasional. Penanaman jagung menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan pakan ternak nasional.
Irjen Rudi Setiawan pun menilai, keberhasilan swasembada jagung tidak terlepas dari keberanian melakukan transformasi pola tanam dan optimalisasi lahan pertanian.
“Jagung adalah komoditas strategis. Ketika jagung kita kuat, pakan ternak aman dan harga pangan lebih stabil,” ujar Irjen Rudi Setiawan, Rabu (7/1/2026)
Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi jagung nasional hingga 16,50 juta ton pada 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan impor.
“Tidak adanya impor jagung pakan adalah capaian besar. Ini menunjukkan bahwa petani kita mampu memenuhi kebutuhan nasional,” katanya.
Kapolda Jabar juga mengapresiasi peran petani Jawa Barat yang ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas produksi jagung melalui penanaman berkelanjutan dan pemanfaatan lahan secara optimal.
“Polda Jabar berhasil menjalankan perannya menjadi penggerak dalam ekosistem pertanian jagung dan menunjukkan keberhasilan nyata serta signifikan dalam peningkatan produksi,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Desember 2025. Berdasarkan data itu, produksi Jagung Tongkol Kering Panen (JTKP) di Provinsi Jawa Barat pada Desember 2025 meningkat tajam sebesar 44,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, produksi jagung di Jawa Barat tercatat sebesar 1.008.750,46 ton. Angka tersebut melonjak menjadi 1.459.402,94 ton pada tahun 2025, atau mengalami penambahan produksi sebesar 450.652,48 ton.
“Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, termasuk melalui Program Pemanfaatan Lahan Produktif,” jelasnya.
Ia menyebutkan, penanaman jagung melalui Program Pemanfaatan Lahan Produktif (Program 2) dilakukan di lahan seluas 19.387,12 hektare. Selain itu, penanaman jagung juga memanfaatkan Lahan Baku Sawah (LBS) dengan luas mencapai 1.827,89 hektare.
Irjen Rudi Setiawan menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi komoditas pertanian.
“Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan para petani, kami optimistis Jawa Barat dapat terus menjadi salah satu daerah penopang utama produksi jagung nasional,” tuturnya.
Kesuksesan panen raya jagung ini pun mengantarkan Polda Jabar mendapatkan penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto. Irjen Rudi Setiawan bersama jajaran Kapolres menerima apresiasi langsung atas peran aktif Polri dalam mendukung penanaman dan panen jagung.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk para petani. Polri hanya mengawal dan memastikan mereka bisa bekerja dengan aman,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan panen raya jagung tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi.
“Dengan produksi jagung yang meningkat dan tanpa impor pakan, petani mendapatkan harga yang lebih baik dan ekonomi desa bergerak,” ujarnya.
Rudi menegaskan, Polda Jawa Barat akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar keberhasilan swasembada jagung dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.
“Ini bukan akhir, tetapi awal untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan swasembada jagung merupakan bagian dari strategi besar ketahanan nasional, sebagaimana ditekankan Presiden RI.
“Ketahanan pangan, termasuk jagung, adalah bagian dari ketahanan negara. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” tegasnya.
Dengan capaian produksi jagung nasional yang meningkat dan nihil impor jagung pakan, Rudi menyebut Indonesia berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan berkelanjutan.
